Exposebanten.com | LEBAK – Sebanyak 262 dari 267 unit rumah penerima Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) melalui APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026 disebut telah selesai diperbaiki.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, mengatakan masih terdapat lima unit rumah yang belum menyelesaikan tahapan pekerjaan.
“Dari 267 rumah yang mendapatkan bantuan, sebanyak 262 unit sudah selesai. Tinggal lima unit lagi yang akan kami lanjutkan setelah APBD Perubahan disahkan,” kata Iwan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Iwan, pemerintah daerah juga akan melakukan penandaan terhadap rumah yang telah mendapatkan bantuan. Penandaan tersebut dilakukan melalui pemasangan stiker sebagai bagian dari monitoring program di lapangan.
“Stiker itu untuk memudahkan kami melakukan monitoring di lapangan. Jadi bisa diketahui rumah mana saja yang sudah mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penandaan tersebut juga dimaksudkan untuk memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi sumber bantuan perbaikan rumah yang diterima masyarakat.
Sebab, bantuan peningkatan kualitas rumah masyarakat dapat bersumber dari berbagai tingkatan pemerintahan, baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.
“Jadi nanti lebih mudah melihat bantuan itu berasal dari kabupaten, provinsi atau pusat,” tuturnya.
DPRKPP Kabupaten Lebak, kata Iwan, kembali mengusulkan 267 unit rumah untuk mendapatkan bantuan melalui program BSRS pada 2027.
Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila dukungan anggaran memungkinkan. Pemerintah daerah berharap peningkatan alokasi anggaran dapat memperluas cakupan penerima bantuan.
“Untuk tahun depan kami kembali mengusulkan 267 unit. Mudah-mudahan bisa ada penambahan, sehingga semakin banyak rumah yang kondisinya tidak layak dapat kita perbaiki,” katanya.
Iwan mengatakan program perbaikan rumah tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
Selain aspek kelayakan hunian, program tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lebak.
“Program ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem. Berapa jumlahnya nanti tentu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya. (Ajat/Red)

