Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan / Zulhas (Foto: ist)
Exposebanten.com | JAKARTA – buat judul berita yang tepat jelas dan singkat, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius sekaligus merasa risau terhadap persoalan sampah di Indonesia yang tak kunjung usai. Sebagai langkah nyata, Pemerintah menargetkan penuntasan masalah sampah di 71 kota yang masuk kategori darurat pada tahun 2028.
“Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Beliau risau, bagaimana kita mau menjadi bangsa yang hebat dan maju kalau mengelola sampah saja tidak bisa,” ujar Zulhas saat menghadiri acara Gerakan Pilah Sampah di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Zulhas menjelaskan, kendala utama mandeknya pengelolaan sampah selama ini bukanlah kekurangan teknologi, melainkan rumitnya birokrasi dan perizinan.
Ia mencatat, dalam 11 tahun terakhir hanya ada dua proyek teknologi pengolahan sampah yang mendapat izin, itu pun operasionalnya belum optimal. Untuk memangkas jalur birokrasi yang “bertele-tele” tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
“Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang. Karena itu, terbitlah Perpres No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan agar teknologi pengolahan sampah bisa segera diterapkan tanpa hambatan aturan,” tambahnya.
Saat ini, fokus utama pemerintah tertuju pada 71 kota dari 22 wilayah aglomerasi yang berstatus darurat sampah. Beberapa titik kritis yang menjadi prioritas di antaranya adalah Bantargebang (Bekasi), Tangerang Selatan, dan Bandung.
Targetnya, lokasi-lokasi yang masuk kategori merah tersebut sudah harus memiliki solusi pengolahan yang permanen dan efektif sebelum tahun 2028 berakhir.
Melalui pencanangan ini, Zulhas berharap komitmen pusat dan daerah dapat sejalan guna mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan modern. ***
