Exposebanten.com | JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi memperluas jangkauannya dengan memberikan dukungan gizi terintegrasi yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia bawah lima tahun (balita).
Langkah strategis ini diambil sebagai intervensi dini guna memastikan generasi masa depan Indonesia bebas dari masalah stunting dan dapat tumbuh secara optimal. Pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dinilai sebagai periode emas yang sangat krusial dan tidak boleh terlewatkan.
Perluasan sasaran program ini ditegaskan melalui sebuah tayangan video berdurasi 77 detik yang beredar di saluran WhatsApp resmi Prabowo Gibran.
Dalam video tersebut, diungkapkan bahwa kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius agar tidak berdampak buruk pada janin.
“Ini menjadi penting, karena 16 persen ibu hamil masih kekurangan energi kronis dan 27,7 persen mengalami anemia. Karena itu MBG juga hadir untuk mendukung pemenuhan gizi ibu sejak masa kehamilan,” bunyi pesan dalam edaran video amatir tersebut.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa intervensi gizi yang terlambat pada masa kehamilan dapat berdampak permanen pada kualitas fisik serta kemampuan kognitif anak di masa depan. Menjaga kecukupan gizi ibu adalah fondasi utama untuk mencetak anak yang sehat dan cerdas.
Melalui program MBG, para ibu hamil dan menyusui akan mendapatkan asupan nutrisi makro dan mikro yang seimbang untuk mendukung fase pembentukan janin serta produksi ASI yang berkualitas.
Program ini pun sudah mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah seorang ibu hamil dalam video tersebut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan nutrisi yang ia terima sejak awal masa kehamilannya.
“Alhamdulillah perkembangan janin saya baik, berat badan baik. Hingga saat ini saya dan kandungan saya sehat, terima kasih Pak Prabowo,” ujarnya.
Tidak berhenti pada masa kehamilan dan menyusui, pemantauan serta dukungan gizi dari program MBG ini akan terus dilanjutkan kepada balita.
Hal ini dilakukan agar fase pertumbuhan emas anak-anak dapat berjalan tanpa hambatan kekurangan nutrisi.
Dengan gizi yang terjaga sejak hari pertama di dalam kandungan, risiko gangguan tumbuh kembang dapat ditekan secara signifikan sekaligus menjadi investasi besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa di masa depan. (Abo)

