Foto: Penahan darurat, Warga gunakan tiang bambu dan karung berisi tanah
Exposebanten.com | INDRAMAYU — Sebanyak 373 rumah di Blok Gumiwang Utara, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu terancam ambles akibat pergerakan tanah tanggul Sungai Cimanuk.
Dari ratusan rumah tersebut, 40 unit di antaranya berada di zona paling rawan dan dalam kondisi kritis yang mengkhawatirkan.
Bencana pergerakan tanah ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2021. Namun, dalam satu bulan terakhir, penurunan tanah justru semakin ekstrem hingga mencapai 1 hingga 2 meter meskipun wilayah tersebut sedang dilanda musim kemarau.
Dampak kerusakan yang dialami warga meliputi, struktur bangunan rumah warga mulai pecah dan memisah, area belakang rumah warga habis tergerus amblasnya tanah, serta sejumlah rumah dalam kondisi miring dan hampir rata dengan tanah.
Untuk bertahan, warga terpaksa membuat penahan darurat menggunakan karung berisi tanah dan tiang bambu seadanya.
Rasa waswas menyelimuti kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Saat situasi dinilai makin membahayakan atau ketika hujan mulai turun, sebagian besar warga memilih langsung mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman demi menghindari risiko tanggul jebol.
Warga menjelaskan bahwa pemerintah setempat sebenarnya sudah beberapa kali melakukan upaya penanganan di lokasi.
“Sayangnya, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara atau darurat, sehingga struktur penahan kembali rusak dalam waktu singkat akibat tanah yang terus bergerak,” ucap warga setempat yang enggan dikutip namanya kepada Exposebanten.com, Selasa (4/8/2026).
Kini, masyarakat Blok Gumiwang Utara sangat berharap pemerintah segera turun tangan membangun infrastruktur penahan tanah yang permanen.
Penanganan permanen ini mendesak dilakukan sebelum musim hujan tiba guna mencegah terjadinya bencana longsor yang jauh lebih besar. (Abo)

