Exposebanten.com | BOGOR – Wilayah penyangga ibu kota kini memiliki benteng pertahanan udara yang semakin kokoh. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Markas Komando (Mako) Pangkalan Udara (Lanud) Saleh Basarah di kawasan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Rabu (19/8/2026).
Pembangunan markas baru ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional pertahanan udara, sekaligus memperkuat efektivitas komando dan kendali dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Acara seremonial tersebut dipimpin langsung oleh Inspektur Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Irkodau) I, Marsma TNI Dedy Susanto.
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa proyek ini merupakan momentum strategis untuk mengembangkan sarana dan prasarana di jajaran Kodau I.
“Pembangunan Mako Lanud Saleh Basarah dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional pertahanan udara, serta memperkuat sinergisitas kewilayahan dengan pemda, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan di Tangerang dan sekitarnya,” ujar Marsma TNI Dedy Susanto.
Hadir dalam acara tersebut, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. Ia menyambut baik pembangunan ini dan menekankan bahwa markas yang lebih representatif akan menjadi kunci dalam memperkuat kolaborasi TNI-Polri demi menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
“Tantangan keamanan saat ini membutuhkan koordinasi yang semakin kuat antarlembaga. Keamanan dan ketahanan wilayah membutuhkan sinergi. TNI dan Polri harus terus membangun kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur masyarakat,” kata Kombes Pol Indra Waspada.
Secara historis, Lanud Saleh Basarah sebelumnya berada di bawah naungan Lanud Atang Sendjaja Bogor. Namun, setelah dilakukan validasi organisasi TNI AU pada September 2025, statusnya resmi dinaikkan menjadi Lanud mandiri di bawah jajaran Kodau I.
Komandan Lanud Saleh Basarah, Letkol Pas Efendi Hermawan, menambahkan bahwa peningkatan status dan pembangunan mako baru ini adalah langkah strategis.
Ke depan, lanud ini akan mengoptimalkan peran pertahanan dan pengawasan di wilayah penyangga ibu kota yang mencakup Bogor, Kabupaten Tangerang, hingga Tangerang Selatan. ***

