Foto: ilustrasi angin kencang disertai awan gelap
Exposebanten.com | TANGSEL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Banten yang berlaku selama tiga hari ke depan, 8 hingga 10 Juni 2026.
Meski sebagian besar wilayah Banten mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau secara bertahap, potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat masih mengintai di beberapa titik.
Berdasarkan prakiraan dari Balai Besar MKG Wilayah II Tangerang Selatan, masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut, khususnya pada sore menjelang malam hari.
Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
Melalui akun X @bmkgwilayah2 dan aplikasi InfoBMKG, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi terjadi di wilayah, Kabupaten Lebak bagian timur dan selatan, Pandeglang bagian barat, dan Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang Selatan
Secara umum, cuaca di wilayah pelayanan BMKG Wilayah II termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat bagian barat, dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang fluktuatif.
Pagi hingga siang hari akan didominasi oleh kondisi berawan. Namun, pertumbuhan awan konvektif pada sore hari memicu terjadinya hujan ringan hingga sedang.
Saat ini, angin bertiup dominan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5 hingga 20 km/jam.
Pola angin ini dipengaruhi oleh penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.
Untuk suhu udara di Banten diprediksi berkisar antara 23°C hingga 33°C, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60 hingga 95 persen.
Selain cuaca ekstrem di darat, BMKG juga merilis pantauan gelombang harian bagi masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter berpotensi terjadi di tiga titik perairan:
- Selat Sunda bagian selatan
- Perairan selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Banten
Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap berhati-hati dan terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG. (Abo)

