Exposebanten.com | INDRAMAYU – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menakhodai Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode pertama ini ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan yang menyasar langsung persoalan mendasar masyarakat.
Bukan sekadar slogan, kepemimpinan Lucky Hakim menitikberatkan pada hasil konkret. Salah satu capaian paling mencolok adalah responsivitas birokrasi melalui kanal aduan Wong Reang Wadul.
Data Diskominfo mencatat, dari 929 aduan warga yang masuk, sebanyak 871 laporan atau sekitar 93 persen berhasil diselesaikan dalam waktu singkat.
Fondasi Spiritual dan Investasi Manusia
Di bawah komando Lucky, aspek religius ditempatkan sebagai fondasi. Program Indramayu Mengaji telah menghidupkan kembali semangat menghafal Al-Qur’an dan pembangunan Rumah Tahfidz.
Sementara itu, efektivitas Indramayu Berzakat yang diinisiasi sejak bulan pertama menjabat, kini telah bertransformasi menjadi instrumen bantuan sosial, beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi keluarga prasejahtera secara transparan.
Di sektor sumber daya manusia, revolusi dilakukan melalui program Indramayu Belajar dan Sekolah Rakyat.
Menariknya, Pemkab Indramayu juga memasukkan unsur budaya melalui Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS) untuk menjaga keseimbangan akademik dan kearifan lokal.
Terobosan Kesehatan dan Kesejahteraan Petani
Guna memecah konsentrasi layanan kesehatan yang selama ini menumpuk di pusat kota, Lucky Hakim mengambil langkah strategis dengan rencana pengaktifan eks bangunan RS Reysa menjadi RSUD di wilayah Indramayu Barat.
Upaya ini dibarengi dengan optimalisasi BPJS dan pemangkasan angka stunting secara rutin.
Sebagai lumbung pangan nasional, sektor agraria pun tak luput dari perhatian. Selain membangun 31 demplot edukasi di seluruh kecamatan, Pemkab menerapkan pendekatan ekologis dengan melepas predator alami seperti burung hantu untuk membasmi hama tikus.
Perlindungan bagi petani juga diperkuat melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna meminimalisir risiko gagal panen.
Infrastruktur: Menjemput “Jalan Mulus”
Menjawab keluhan menahun masyarakat terkait kerusakan jalan, Dinas PUPR melaporkan progres signifikan sepanjang tahun 2025:
- Pemeliharaan Rutin: 270 kilometer di 74 ruas jalan.
- Rekonstruksi Jalan: 28 kilometer di 32 ruas kabupaten.
- Rehabilitasi Jalan Desa: 75 kilometer di 349 titik.
Proyek strategis seperti jalan beton
Situraja–Kiarapayung kini telah rampung, memperlancar denyut ekonomi antarwilayah.
Tak hanya darat, normalisasi di 13 muara sungai juga dilakukan untuk mencegah banjir sekaligus mempermudah akses nelayan.
Transformasi Digital dan Kepedulian Sosial
Reformasi birokrasi ditunjukkan dengan penandatanganan 1.000 izin usaha secara cepat serta seleksi terbuka untuk jajaran direksi BUMD guna memastikan profesionalisme.
Di sisi humanis, hadir program REANG EMAN NING SEMA (Sayangi Ibu), di mana para ASN terjun langsung menjadi pendamping lansia agar tidak ada orang tua yang terabaikan.
Meski pondasi pembangunan inklusif telah diletakkan dalam satu tahun terakhir, tantangan besar masih menanti di tahun kedua, terutama dalam menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan infrastruktur hingga pelosok desa.
Dengan semangat “Reang”, Indramayu optimis terus bersolek menuju daerah yang lebih maju dan bermartabat. (***)
