Exposebanten.com | YOGYAKARTA – Indonesia harus segera menegaskan kembali identitasnya sebagai bangsa maritim demi memperkuat kedaulatan nasional di tengah ketatnya persaingan geopolitik global dan perebutan sumber daya kelautan, Senin (25/5/2026).
Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri.
Ia menilai bahwa selama ini Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan potensi laut sebagai pondasi utama pembangunan nasional.
Berikut adalah poin-poin penting dari penegasan tersebut:
- Posisi Strategis: Indonesia terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik yang membawa peluang besar sekaligus tantangan kedaulatan.
- Ekonomi Biru: Penguatan riset dan inovasi kekayaan hayati laut menjadi kunci utama pengelolaan ekonomi laut yang berkelanjutan.
- Makna Tanah Air: Laut harus dipandang sebagai pemersatu wilayah dan sumber peradaban, bukan sekadar pemisah daratan.
- Jalur Sejarah: Menghidupkan kembali gagasan geopolitik Soekarno yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.
- Landasan Pancasila: Riset dan kedaulatan maritim wajib berpijak pada identitas bangsa dan semangat berdikari.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Megawati dalam forum National Policy Dialogue di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Jumat (22/5/2026) lalu. Acara tersebut mengusung tema “Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia”.
“Indonesia itu bukan sekadar negara daratan. Kita adalah bangsa maritim,” ujar Megawati.
Ia juga mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah dan tetap menjadikan Pancasila sebagai nilai universal dalam membangun kemandirian bangsa. ***

