Petugas SAR dan tenaga medis saat evakuasi di Stasiun Bekasi Timur (Foto: Ist)
Exposebanten.com | BEKASI – Aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, dihentikan total untuk sementara waktu, Selasa (28/4/2026).
Langkah ini diambil menyusul insiden maut tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah penanganan di lokasi kejadian dan memastikan keselamatan pelanggan.
Sebagai alternatif, para penumpang diarahkan untuk menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).
Evakuasi Dramatis: Tiga Penumpang Terjepit
Hingga Selasa pagi pukul 05.53 WIB, proses evakuasi masih berlangsung mencekam. Sebanyak tiga orang penumpang dilaporkan masih terjepit di dalam reruntuhan gerbong.
Tim SAR gabungan harus bekerja ekstra hati-hati dengan menerapkan skema bergantian untuk memotong besi rangkaian KRL menggunakan peralatan ekstrikasi berat.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa sempitnya ruang gerbong menjadi kendala utama. Hal ini diperparah dengan posisi lokomotif KA Argo Bromo Anggrek yang masuk ke dalam badan gerbong KRL.
“Bagian dalam gerbong hanya bisa memuat maksimal 25 petugas SAR dan tenaga medis. Kami harus bekerja efektif dan penuh kehati-hatian karena ruang yang sangat terbatas,” jelas Syafii.
Kronologi Kejadian
Tragedi ini bermula pada Senin malam pukul 20.55 WIB. KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) dengan rute Gambir – Surabaya Pasar Turi terlibat tabrakan hebat dengan rangkaian KRL tepat di wilayah Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Akibat insiden tersebut, operasional perjalanan kereta lintas Bekasi hingga saat ini masih mengalami penyesuaian jadwal.
KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan jalur agar layanan dapat kembali normal.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini, KAI mengimbau untuk memantau kanal komunikasi resmi secara berkala. ***
