Exposebanten.com | SERANG – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang terpilih, Hendra Wijaya, menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan profesionalisme pers dengan mendampingi langsung lima wartawan asal Kabupaten Tangerang yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 di Mapolda Banten, Serang, pada Selasa (22/9/2026).
Kehadiran Hendra menjadi suntikan dukungan moral yang kuat bagi para peserta untuk membuktikan kualitas jurnalisme di wilayahnya.
Kelima jurnalis Kabupaten Tangerang yang tengah diuji kompetensinya tersebut adalah Deri Rizki Sentika (Redaksi24.co.id), Rustam Effendi (Liputan45.com), Yadi (Vibez.id), Rhomi Rhamdani (TangerangUpdate.com), dan Agi Prakat (Realitanews.co.id).
“Pendampingan ini adalah komitmen kita bersama di PWI Kabupaten Tangerang untuk terus melahirkan wartawan yang kompeten, objektif, dan profesional. Pembuktian kualitas jurnalis salah satunya diuji melalui UKW ini,” tegas Hendra Wijaya di sela-sela kegiatan.
Di lokasi acara, Hendra juga tampak berdiskusi hangat dengan Firdaus, Dewan Penasehat PWI Pusat sekaligus Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, yang bertindak langsung sebagai salah satu penguji.
Pelaksanaan UKW kali ini mencetak sejarah baru. Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nandra, mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah PWI Banten dapat menggelar uji kompetensi langsung di markas kepolisian.
“Terima kasih Pak Kapolda sedari awal terus memberikan perhatian kepada masyarakat pers di Banten, khususnya PWI. Ini luar biasa, dan mungkin dalam catatan sejarah, ini kali pertama PWI bisa bersinergi serta melaksanakan uji kompetensi langsung di Mapolda Banten,” kata Rian.
UKW Angkatan ke-28 ini diikuti oleh total 53 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas, meliputi tujuh kelas tingkat Muda dan dua kelas tingkat Madya.
Di tengah pembukaan, Rian juga mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bersama bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih dinyatakan hilang dalam insiden di laut.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, dalam sambutannya, Irjen Pol. Hengki mengingatkan para jurnalis agar tidak terjebak dalam arus digitalisasi yang hanya mengejar kecepatan demi mengorbankan akurasi.
“Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran tetap harus menjadi yang utama. Wartawan harus mampu menjadi pembeda antara informasi yang sekadar beredar dengan informasi yang benar dan dapat dipercaya,” ujar Kapolda.
Irjen Pol. Hengki juga menitipkan lima pesan penting bagi seluruh peserta UKW diantaranya, pegang teguh Kode Etik Jurnalistik, utamakan akurasi dan verifikasi data, menjaga independensi dan objektivitas, tingkatkan kompetensi di era digital, dan hadirkan jurnalisme yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kemitraan strategis ini, Kapolda langsung menginstruksikan Kabid Humas Polda Banten untuk memfasilitasi ruang kerja khusus (press room) di lingkungan Mapolda Banten.
Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan awak media dalam melakukan peliputan, pengolahan berita, serta klarifikasi informasi secara cepat dan akurat.
Senada dengan Kapolda, Wakil Ketua Bidang Pembinaan PWI Pusat, Jufri Al-Katiri, menegaskan bahwa UKW bukanlah sekadar formalitas di atas kertas, melainkan benteng utama dalam menjaga integritas profesi wartawan.
“Di tengah derasnya arus informasi, peran wartawan kompeten menjadi kunci. Masyarakat butuh berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil dari UKW ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menjaga maruah profesi jurnalistik,” pungkas Jufri. (Abo)

