Exposebanten.com | SERANG — Ketua Umum Ormas Frent Banten Bersatu (FBB), H. Moch Soleh, MA., menyampaikan pernyataan yang sangat krusial dan relevan di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.
Dalam keterangannya, Ketum FBB mengimbau agar masyarakat lebih bijak, teliti, dan waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, langkah pencegahan ini penting agar masyarakat tidak menjadi korban dampak negatif dunia maya seperti hoax, penipuan, dan adu domba.
Untuk mendukung himbauan tersebut, berikut panduan praktis agar terhindar dari kejahatan siber:
- Waspadai Judul dan Kabar Provokatif
Jangan langsung percaya pada berita dari tangkapan layar atau pesan berantai. Pastikan informasi berasal dari media resmi dan terverifikasi. Hoax sering menggunakan judul bombastis untuk memicu emosi marah, takut, atau benci.
- Saring Sebelum Sharing
Pikirkan dampaknya sebelum membagikan. Tanyakan, apakah informasi ini bermanfaat atau justru menimbulkan fitnah dan kegaduhan. Jika ragu, stop di Anda dan jangan diteruskan ke grup lain.
- Hati-Hati Penipuan dan Rayuan Menggiurkan
Waspadai tawaran hadiah instan, investasi bodong, lowongan kerja palsu, hingga romance scam. Jangan pernah berikan PIN, OTP, password, atau foto KTP kepada siapa pun.
- Jaga Adab dan Hindari Hasutan
Gunakan medsos untuk kebaikan, silaturahmi, dan berbagi hal positif. Tolak ajakan gaduh dan ujaran kebencian yang memecah belah persatuan.
Tak hanya soal medsos, Ketum FBB juga melontarkan kritik pedas kepada pemerintah dari pusat hingga kecamatan.
“Tolong dilihat ke bawah, ekonomi rakyat Indonesia sekarang lagi pada menjerit. Tolong, tolong, tolong, perhatikan ekonomi kami rakyat jelata ini,” tegas H. Moch Soleh.
Ia meminta para pimpinan jangan hanya senang menerima laporan-laporan saja yang bersifat Asal Bapak Senang (ABS), padahal fakta di lapangan berbanding terbalik.
“Jangan bapak senang terima laporan laporan laporan saja. Padahal fakta di lapangan sebaliknya. Orang bapak itu banyak bohongnya. ABS (Asal Bapak Senang),” pungkas Ketum Moch Soleh dengan sangat jelas.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah sulitnya kehidupan saat ini, pemerintah dituntut untuk lebih peka dan hadir langsung melihat kondisi riil masyarakat bawah. (Abo)
