Exposebanten.com | SERANG — Komitmen membangun pelayanan pertanahan yang bersih dari praktik korupsi kembali ditegaskan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang. Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi, bersama jajaran mengikuti Workshop Integritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelar di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten.
Kegiatan yang diikuti 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Banten ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bersama, pasca maraknya operasi penindakan korupsi termasuk OTT di lingkungan pertanahan.
Pelaksana Harian Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Swasti Putri Mahatmi yang akrab disapa Uty, menegaskan workshop ini bukan sekadar seremonial, tapi momentum introspeksi.
“Peristiwa OTT jangan hanya dipandang sebagai penindakan, tapi harus menjadi titik awal pembenahan. Integritas tidak akan tumbuh kalau hanya dituntut dari pegawai bawah tanpa keteladanan pimpinan,” tegasnya.
Senada, Inspektur Wilayah III Kementerian ATR/BPN, Mujahidin Ma’ruf, menyebut integritas harus diwujudkan, bukan hanya dipahami.
“Integritas adalah kepatuhan pada aturan, keberanian menolak penyimpangan, dan pelayanan yang profesional, transparan, serta akuntabel. Lakukan introspeksi dan terbuka terhadap kritik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, menekankan pentingnya membangun budaya antikorupsi dari kesadaran individu.
“Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penindakan, harus dengan mitigasi dan pencegahan. Perubahan dimulai dari diri sendiri, baru ditularkan ke lingkungan kerja. Tidak ada kata terlambat untuk berbenah,” kata Harison.
Keikutsertaan Kantor Pertanahan Kota Tangerang dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pimpinan dan jajaran untuk terus memperkuat nilai integritas.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi, menyatakan penguatan integritas tidak boleh berhenti di ruang workshop.
“Ini harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan setiap proses pelayanan kepada masyarakat. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan pertanahan yang bersih, transparan, dan terpercaya,” pungkasnya.
Workshop ini meneguhkan satu prinsip ‘itegritas dimulai dari diri sendiri, diperkuat melalui keteladanan, dan diwujudkan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat’. (Abo)
