Exposebanten.com | SERANG — Harapan besar terhadap penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih disuarakan Ketua Umum Ormas Frent Banten Bersatu (FBB), H. Moch Soleh, M.A.
Pernyataan tersebut mencerminkan aspirasi masyarakat luas, khususnya dari kalangan masyarakat kecil yang selama ini kerap menghadapi hambatan dalam mencari keadilan.
H. Moch Soleh, yang juga dikenal sebagai Ketua Pemenangan Relawan Prabowo-Gibran BOLONEMASE Banten dan Ketua DPW Pemenangan Relawan Pas Gibran Provinsi Banten, menitipkan tiga poin krusial kepada kepemimpinan Kapolri yang baru sebagai bahan evaluasi dan reformasi birokrasi pelayanan kepolisian.
Pertama, soal penyelesaian tunggakan kasus. Ia berharap Kapolri yang baru dapat memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran, mulai dari Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek, untuk segera menyelesaikan laporan masyarakat dan kasus-kasus lama yang menumpuk bertahun-tahun bahkan puluhan tahun tanpa kejelasan.
Kedua, soal keadilan bagi kaum lemah.Menurutnya, masyarakat kecil yang tidak memiliki akses koordinasi atau dukungan kuat sering kali perkaranya terbengkalai dan mandul di tengah jalan. Padahal, hukum seharusnya hadir sebagai pelindung bagi mereka yang lemah.
“Semoga Bapak Kapolri yang baru bisa memberikan instruksi tegas agar laporan masyarakat yang menumpuk segera dirampungkan. Hukum harus memberikan keadilan bagi kaum lemah,” tutur H. Moch Soleh, M.A.
Ketiga, soal komitmen dan pengawasan internal. Ia berharap kepemimpinan Kapolri yang baru dapat terus memperkuat pengawasan internal, agar prinsip equality before the law benar-benar terwujud. Seluruh lapisan masyarakat harus mendapatkan hak yang sama di mata hukum tanpa diskriminasi.
Aspirasi yang disampaikan Ketua Umum FBB ini menjadi masukan penting bagi institusi Polri untuk terus berbenah, mempercepat pelayanan, dan mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sejalan dengan semangat Presisi dan reformasi Polri. (Abo)
