Exposebanten.com | TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apel Siaga Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Lapangan Arya Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Selasa (4/8/2026).
“Pencegahan harus menjadi prioritas utama kita melalui patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, edukasi masif kepada masyarakat,” kata Indra Waspada.
Langkah preventif ini dinilai krusial demi melindungi lingkungan dan keselamatan jiwa warga Kabupaten Tangerang.
Meski Kabupaten Tangerang bukan termasuk daerah dengan tingkat kejadian kebakaran hutan dan lahan tertinggi, namun kesiapsiagaan harus tetap diperkuat.
Dalam arahannya, Kombes Pol Indra Waspada menjabarkan tiga langkah taktis untuk memperkuat lini pencegahan di lapangan, patroli terpadu secara berkala, pemantauan intensif pada wilayah rawan, serta edukasi masif kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Perubahan iklim, ancaman musim kemarau, serta aktivitas manusia dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Selain langkah persuasif, Kapolresta juga mendorong adanya penegakan hukum yang tegas dan terukur. Tindakan hukum tanpa kompromi akan menyasar bagi siapa saja yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan.
Indra Waspada mengingatkan bahwa dampak kebakaran sangat merugikan berbagai sektor kehidupan. Bencana ini memicu kerusakan lingkungan serius, gangguan kesehatan masyarakat, kelumpuhan aktivitas ekonomi, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.
Guna mengantisipasi hal itu, ia mengajak seluruh instansi untuk membangun komitmen kuat melalui sinergi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Senada dengan Kapolresta, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang turut hadir menegaskan bahwa menyelamatkan jiwa masyarakat adalah esensi utama dari gerakan pencegahan ini.
“Saya ingin menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama,” kata Maesyal.
Dia pun meminta agar seluruh peralatan, kendaraan operasional, pompa, serta sumber daya pendukung lainnya dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan.
“Jangan sampai terjadi kendala di lapangan akibat kurangnya kesiapan sarana dan prasarana,” pungkasnya. (Abo)

