Exposebanten.com | SERANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sepakat memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan literasi media, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga penguatan publikasi karya akademik kepada masyarakat.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran PWI Banten dan pimpinan Untirta yang berlangsung di Gedung Rektorat Untirta, Rabu (10/6/2026). Pertemuan itu menjadi langkah awal menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga.
Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memastikan hasil pemikiran dan inovasi yang lahir dari kampus dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Menurutnya, peran media memiliki posisi strategis dalam menjembatani informasi antara dunia akademik dan publik.
“Hasil karya produksi intelektual dari Untirta harus tersampaikan kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap kerja sama dengan PWI dapat memperkuat penyebarluasan informasi yang positif dan bermanfaat,” ujar Fatah.
Dalam kesempatan tersebut, Fatah juga memperkenalkan nilai-nilai yang menjadi identitas kampus melalui slogan “Untirta Jawara”, yang merupakan akronim dari Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Alfirano, menilai kolaborasi dengan PWI dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi dan jurnalistik.
Ia berharap kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Mahasiswa perlu dibekali keterampilan komunikasi yang kuat. Melalui kerja sama ini, kami berharap ada pengembangan soft skill, khususnya di bidang jurnalistik dan literasi media,” katanya.
Di sisi lain, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menegaskan bahwa dunia pendidikan dan pers memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun kualitas generasi masa depan.
Menurut pria yang akrab disapa Opan itu, kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan dan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi secara benar.
“Pendidikan dan media merupakan dua elemen penting dalam membangun peradaban. Karena itu, PWI Banten ingin hadir dan berkontribusi melalui program literasi media, termasuk di lingkungan kampus,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Opan, PWI Banten aktif menggelar program literasi media bagi kepala sekolah dan guru di berbagai daerah di Provinsi Banten. Program serupa diharapkan dapat diperluas ke lingkungan mahasiswa Untirta guna meningkatkan pemahaman tentang dunia pers, etika jurnalistik, serta kemampuan menyaring informasi di era digital.
Tak hanya fokus pada bidang pendidikan dan literasi media, kerja sama yang akan dibangun juga mencakup sektor olahraga. Melalui Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), PWI Banten membuka peluang kolaborasi dengan Untirta dalam pembinaan dan pengembangan olahraga.
Sebagai informasi, PWI Banten tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan digelar di Lampung tahun depan.
Audiensi yang berlangsung hangat tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa sinergi antara dunia akademik dan insan pers perlu diperkuat demi mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Provinsi Banten.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk segera menuangkan kerja sama tersebut dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan berbagai program kolaboratif ke depan. (Rd)

