Exposebanten.com | JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong desa-desa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, untuk segera memetakan potensi lokal dan membangun “Desa Tematik”.
Langkah ini bertujuan agar desa tidak hanya menjadi penonton dalam program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan menjadi penyokong utama kebutuhan pangan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Mendes Yandri saat menerima audiensi Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026) kemarin.
Mandiri Pangan melalui BUMDesa
Mendes Yandri menekankan pentingnya mengubah desa menjadi pelaku ekonomi produktif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Dengan fokus pada karakteristik lokal seperti pertanian dan perikanan, desa diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menyejahterakan warga.
“Jangan sampai kebutuhan MBG itu Bapak/Ibu ambil dari luar daerah. Buat saja desa tematik, dipetakan potensinya. Misal 10 desa fokus ikan nila, 10 desa ikan lele, dan 10 desa ayam petelur,” ujar Yandri.
Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, Mendes Yandri juga menantang Majene untuk merambah pasar ekspor. Ia mencontohkan potensi cokelat yang besar di wilayah tersebut. Namun, ia mengingatkan agar desa tidak berhenti sebagai penyedia bahan baku mentah saja.
“Buat desa pengekspor cokelat. Kita siapkan bahan bakunya, lalu olah dengan standar ekspor sesuai kebutuhan pasar dunia. Kalau ini dilakukan, Majene tidak perlu lagi bergantung pada transfer dana dari pusat karena desanya sudah maju dan mandiri,” imbuhnya.
Sinergi Pengentasan Kemiskinan
Pengembangan desa tematik ini merupakan bagian dari sinergi program untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Dengan adanya unit pengolahan di desa, aktivitas ekonomi akan berputar lebih cepat dan memberikan dampak langsung pada pendapatan masyarakat desa. ***
