Exposebanten.com | BUDAPEST — Paris Saint-Germain (PSG) sukses mencetak sejarah besar setelah berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions dua musim berturut-turut (back-to-back).
Kepastian ini didapat usai Les Parisiens menundukkan The Gunners lewat drama adu penalti 5-4 dalam partai final yang membara di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan dramatis ini membuat tim asuhan Luis Enrique sukses mengawinkan trofi Liga Champions dengan gelar domestik Ligue 1 serta trofi Liga Eropa musim ini.
Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Arsenal yang harus menunggu lebih lama lagi untuk merengkuh trofi perdana mereka di kompetisi paling elite Benua Biru setelah 140 tahun berdiri.
Baca Juga: Kejutan Menit Keenam: Gol Havertz Bawa Arsenal Ungguli Sang Juara Bertahan
Gelar juara ini diraih pasukan Luis Enrique dengan perjuangan yang sangat melelahkan. Bahkan, The Gunners sempat mengejutkan publik Hungaria lewat gol cepat Kai Havertz pada menit ke-6.
Lewat aksinya, memanfaatkan intersep Marquinhos yang membentur Odegaard, Havertz sukses mengonversinya menjadi gol yang membuat Arsenal F.C. memimpin 1-0 di babak pertama.
Tertinggal lebih dulu, PSG terus menggempur lini pertahanan lawan. Penguasaan bola mutlak dipegang oleh Les Parisiens, memaksa tim asuhan Mikel Arteta lebih banyak bertahan.
Gol penyama kedudukan akhirnya lahir pada menit ke-62 melalui titik putih. Berawal dari pelanggaran Mosquera terhadap Kvaratskhelia, wasit Daniel Siebert menunjuk titik penalti setelah pengecekan VAR.
Ousmane Dembele yang menjadi eksekutor sukses mengecoh kiper David Raya, mengubah skor menjadi 1-1.
Meski kedua tim terus saling melancarkan serangan di waktu normal dan tambahan waktu 2×15 menit, skor imbang 1-1 tetap bertahan.
Laga final Liga Champions harus berujung pada adu penalti, sesuatu yang terakhir kali terjadi di final Liga Champions sedekade lalu.
Dalam babak tos-tosan, PSG keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4. Dua penendang The Gunners, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugasnya dengan baik, sementara satu algojo PSG, Nuno Mendes, berhasil dimentahkan David Raya.
Dengan hasil dramatis ini, raksasa Prancis tersebut berhasil melakukan back-to-back juara Liga Champions, mengawinkannya dengan trofi Ligue 1, serta gelar Liga Eropa. Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Arsenal F.C. di kompetisi paling elite Eropa tersebut selama 140 tahun. ***

