Exposebanten.com | INDRAMAYU – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menepis keras narasi yang memposisikan Bupati Lucky Hakim sebagai korban dalam ricuhnya aksi demonstrasi di Alun-alun dan Tugu 0 Kilometer Indramayu.
KOMPI menegaskan, perusakan fasilitas publik adalah puncak keputusasaan warga akibat kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) budidaya nila yang merampas ruang hidup mereka, bukan sebuah skenario drama.
“Aksi tersebut dirancang damai. Kekecewaan memuncak karena Bupati Lucky Hakim tidak bersedia menemui rakyatnya sendiri dan memilih bersembunyi di Pendopo,” tegas perwakilan KOMPI dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Demo Kompi Indramayu Ricuh, Tugu 0 Km Rusak, Lucky Hakim Duga Ada Penunggang Kekacauan
KOMPI meluruskan, andai sejak awal Bupati membuka ruang dialog, luapan emosi massa yang berujung ricuh bisa dihindari. Sikap menghindar pimpinan daerah dinilai sebagai pemicu utama situasi tak terkendali di lapangan.
Lebih jauh, aksi ini dipicu oleh ancaman hilangnya mata pencaharian nelayan dan petambak kecil akibat proyek PSN. KOMPI menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan visi “REANG” yang digadang-gadang Bupati, karena lebih berpihak pada korporasi dan BUMN daripada ekonomi kerakyatan.
“Kami menolak keras upaya pembentukan opini yang memposisikan pemerintah sebagai korban. Akar persoalannya adalah ketidakadilan yang dirasakan masyarakat pesisir,” tambah KOMPI.
Pihak KOMPI tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak warga secara konstitusional dan menuntut tanggung jawab moral serta politik Bupati Lucky Hakim untuk hadir mendengar rakyat, bukan menghindar dan membiarkan narasi menyesatkan berkembang. ***
