Exposebanten.com | JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai menemui titik terang dalam upaya mengevakuasi dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang tertahan di Selat Hormuz.
Setelah melalui serangkaian negosiasi diplomatik yang alot, pemerintah Iran memberikan respons positif terkait izin melintas bagi kapal-kapal tersebut di tengah gejolak kawasan Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa proses evakuasi ini merupakan tantangan besar.
Situasi geopolitik yang tidak menentu di jalur vital pengiriman minyak dunia tersebut membuat pergerakan kapal menjadi sangat berisiko.
“Memang tidak mudah untuk melakukan evakuasi agar kapal kita bisa keluar dari Selat Hormuz, namun komunikasi intensif terus kita bangun,” ujar Bahlil usai rapat di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3).
Dua kapal tanker yang hingga kini masih berada di kawasan Teluk Arab/Teluk Persia adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Pertamina Pride sendiri memegang peranan krusial untuk pemenuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi untuk pihak ketiga.
Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah aspek keselamatan.
Pihaknya kini tengah berkoordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk menyusun langkah teknis pemulangan.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal beserta muatannya. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses ini terselesaikan dengan baik,” ungkap Vega.
Lampu hijau dari Teheran menjadi sinyal kuat keberhasilan diplomasi Indonesia. Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa pihak Iran telah menyambut baik permohonan Indonesia.
Koordinasi intensif melalui KBRI Teheran terus dilakukan sejak Selat Hormuz terdampak ketegangan militer antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“Sudah ada tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini langkah tindak lanjut sedang dijalankan pada aspek teknis dan operasional,” jelas Nabyl.
Meski waktu pasti keluarnya kapal belum bisa dipastikan, kerja sama antara Kemlu dan otoritas terkait di Iran diharapkan mampu membawa Pertamina Pride dan Gamsunoro keluar dari zona konflik menuju perairan aman dalam waktu dekat. ***
