Exposebanten.com | JAKARTA — Hanya berselang satu hari setelah dilantik, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung melakukan gebrakan besar dengan merombak total jajaran petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Sebanyak 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dimutasi massal, termasuk pergantian kilat 19 Kapolda serta sejumlah posisi krusial di Mabes Polri.
Langkah agresif suksesor Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini diambil demi mempercepat respons institusi terhadap dinamika dan ekspektasi publik.
Merespons perombakan kilat ini, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi besar-besaran ini sengaja dilakukan untuk menjawab tantangan zaman dan mempercepat pelayanan kepolisian di lapangan.
“Artinya kecepatan sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dinamika yang dibutuhkan masyarakat terhadap Polri, ini juga salah satunya untuk menjawab tantangan masyarakat,” ujar Trunoyudo di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.
Ia menambahkan, Jenderal Suyudi sangat menekankan prinsip “Polri Bersama Masyarakat” agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan langsung oleh publik.
Kebijakan mutasi ini dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Tak butuh waktu lama, pada 3 Oktober 2026 malam, Kapolri langsung melantik 27 pati di Mabes Polri.
Selain menyasar para pimpinan kepolisian di daerah, Suyudi menyapu bersih posisi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri.
Jabatan-jabatan strategis seperti Kabareskrim, Irwasum, hingga Kabaintelkam kini resmi dikomandoi oleh wajah-wajah baru.
Berikut adalah daftar Pejabat Utama Mabes Polri yang mengalami penyegaran:
- Kabareskrim: Irjen Pol Asep Safrudin (menggantikan Komjen Pol Syahardiantono)
- Irwasum: Komjen Pol Asep Edi Suheri (menggantikan Komjen Pol Wahyu Widada)
- Kabaintelkam: Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti (menggantikan Komjen Pol Yuda Gustawan)
- Kalemdiklat: Irjen Pol Rudi Darmoko (menggantikan Komjen Pol Panca Putra)
- Kadiv Propam: Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap (menggantikan Irjen Pol Abdul Karim)
- Kabaharkam: Irjen Pol Herry Heryawan (menggantikan Komjen Pol Karyoto)
Sementara itu, 19 Kapolda baru yang resmi ditunjuk untuk memimpin wilayah hukum di Indonesia meliputi:
- Kapolda Metro Jaya: Irjen Pol Dadang Hartanto
- Kapolda Jawa Barat: Irjen Pol Hengki
- Kapolda Jawa Tengah: Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan
- Kapolda Jawa Timur: Irjen Pol Dekananto Eko Purwono
- Kapolda Bali: Brigjen Pol Pasma Royce
- Kapolda DIY: Irjen Pol Langgeng Purnomo
- Kapolda Banten: Brigjen Pol Hendra Kurniawan
- Kapolda Sumatera Utara: Brigjen Pol Sonny Irawan
- Kapolda Sumatera Selatan: Brigjen Pol Rony Samtana
- Kapolda Sumatera Barat: Irjen Pol Jawari
- Kapolda Riau: Irjen Pol Arman Achdiat
- Kapolda Kepulauan Riau: Irjen Pol Suhendri
- Kapolda Jambi: Irjen Pol Widodo
- Kapolda Sulawesi Selatan: Irjen Pol M. Awal Chairuddin
- Kapolda Sulawesi Tengah: Irjen Pol Rizal Irawan
- Kapolda Sulawesi Barat: Irjen Pol Totok Suharyanto
- Kapolda Gorontalo: Irjen Pol Nurworo Danang
- Kapolda Maluku: Irjen Pol Suwondo Nainggoan
- Kapolda Nusa Tenggara Timur: Irjen Pol Reza Arief Dewanto
Aksi cepat Kapolri baru ini mendapat atensi ketat dari parlemen. Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia, mengingatkan agar mutasi besar-besaran ini tidak dipandang sekadar sebagai ritual pergantian orang.
Ia menegaskan, rotasi ini wajib menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum.
“Jangan sampai mutasi dipersepsikan hanya sebagai pergantian orang, tetapi harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegas Lola.
Ia menambahkan bahwa Komisi III akan terus mengawal kebijakan ini secara objektif, mengingat ukuran keberhasilan Kapolri akan diuji dari seberapa aman dan adilnya penegakan hukum yang dirasakan oleh masyarakat luas di tengah tantangan global yang semakin kompleks. ***

