ExposeBanten.com | INDRAMAYU – Misteri kematian Komariyah (46), pemilik rumah mewah di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, akhirnya menemui titik terang. Polisi berhasil mengungkap, pelaku pembunuhan keji itu adalah tetangganya sendiri, FSS (31).
Motifnya bukan harta, melainkan dendam pribadi yang lama terpendam.
Kepada penyidik, FSS mengaku sakit hati karena kerap mendapat ejekan dari korban. Ia disebut sering direndahkan soal pembangunan bengkel motor dan renovasi rumahnya yang dituding berasal dari uang utang.
Dendam itulah yang meledak pada Senin (2/11/2026).
Hari itu, FSS awalnya datang ke rumah Komariyah untuk bekerja. Ia diminta memperbaiki penangkal petir dan memasang gantungan tasbih di musala pribadi korban. Namun, pekerjaan itu justru menjadi awal dari tragedi.
Di dalam rumah, pelaku menyerang korban menggunakan palu yang ada di lokasi hingga Komariyah meninggal dunia.
Panik, FSS kemudian menghubungi rekannya, NW (28). Keduanya berupaya menghilangkan jejak dengan membawa kabur mobil milik korban, dengan jasad Komariyah di dalamnya, menuju Kecamatan Terisi.
Di sebuah lokasi sepi di Terisi, mobil beserta jasad korban dibakar.
Rencana untuk menghilangkan jejak itu gagal. Gerak-gerik mencurigakan kedua pelaku di wilayah Desa Cikawung diketahui warga dan dilaporkan ke polisi.
Tim Reskrim bergerak cepat, mengamankan FSS dan NW tanpa perlawanan.
Kini, kedua tersangka mendekam di tahanan Mapolres Indramayu. Polisi menjerat keduanya dengan pasal berlapis tentang pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan, hingga perusakan.
Sebuah rumah mewah, sebuah bengkel yang baru dibangun, dan sebuah ejekan, berakhir menjadi tragedi yang merenggut nyawa dan menghancurkan dua keluarga sekaligus.
(Arri Tharina/Red)
