Exposebanten.com | TANGERANG — Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten, bertekad terus melestarikan olahraga tradisional.
Salah satunya KORMI Banten menggelar kejuaraan olahraga tradisional pelajar se-Provinsi Banten dengan melombakan beberapa olahraga tradisional seperti egrang Putra dan putri, lari balok putra dan putri serta tarik tambang putra dan putri.
Ketua KORMI Banten, Dr. Nuraeni, S.Sos., M.Si, menuturkan, kegiatan yang dipusatkan di Sekolah Daarussalam Badak Anom, digelar dalam rangka melestarikan olahraga tradisional dalam salah satu program kerja KORMI Banten Tahun 2026.
Pemilihan Desa Badak Anom, Sindang Jaya, tepatnya di Yayasan Darussalam, juga berdasarkan pertimbangan yang matang dan bukan sembarang pilih. Tapi dengan melihat latar belakang belasan tahun lalu, yakni dari lingkungan Yayasan Darussalam sudah lahir pegiat-pegiat olahraga tradisional andalan Banten di berbagai kejuaraan nasional. Untuk diketahui, belasan tahun lalu Yayasan Darussalam mendukung penuh saat dijadikan KORMI Banten sebagai pusat pengembangan olahraga tradisional di Banten.
“Belasan tahun lalu, di sini (Sindang Jaya) kita canangkan pembentukan kampung olahraga tradisional yang dipusatkan di Yayasan Darussalam. Dan sampai hari ini, yayasan masih konsisten mengembangkan olahraga tradisional,” jelas Nuraeni.
Lebih lanjut Nur Aeni memaparkan, puluhan sekolah dari Provinsi Banten mengikuti kegiatan ini, diantaranya MTs dan SMA Daaruusalam Badak Amom, SMAN 13 Kabupaten Tangerang,
SMAN 5 Kota Tangsel, SMAN 31 Kabupaten Tangerang, SMP PGRI Sindang Sono dan juga SMA PGRI Sindang Sono.
“Sedikitnya 300 pegiat olahraga tradisional mengikuti perlombaan permainan olahraga tradisional ini. Peserta begitu antusias,” tegas Nuraeni.
Sementara itu, Kadispora Provinsi Banten, Dr. Drs.H. Ahmad Syaukani., M.Si, mengatakan, kejuaraan ini bertujuan melestarikan atau memperkenalkan olahraga budaya yang selama ini mungkin banyak dilupakan generasi masa kini.
Syaukani berharap, para peserta atau para atlet pelajar mengikuti olahraga tradisional ini dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Pada Fornas di NTB 2025, kontingen Portina Banten berhasil meraih tiga emas, delapan perak dan tiga perunggu. Mudah-mudahan pada Fornas yang akan datang, bisa meraih lebih banyak medali emas,” tegas Syaukani.
Ketua Kormi Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengungkapkan, dari banyaknya atlet yang mewakili Banten ke Fornas, merupakan atlet asli Kabupaten Tangerang.
Untuk itu, Intan yang juga Wakil Bupati Tangerang, akan terus mengembangkna permainan tradisional di sekolah.
“Sekolah Daarussalam Badak Anom pusat pengembangan olahraga tradisional di Kabupaten Tangerang. Kita berharap sekolah lain bisa belajar dari Daarussalam,” ucap Intan. (*)

