Exposebanten.com — Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh informasi, ada sebuah nasihat sederhana namun dalam maknanya yang patut direnungkan bersama, “Tak perlu terlalu banyak tahu”.
Kalimat ini bukan ajakan untuk berhenti belajar, melainkan pengingat untuk memilah mana pengetahuan yang menentramkan dan mana yang justru membuat hati gelisah.
Perkara yang akan membuat damai hati dan menentramkan jiwa, sesungguhnya hanya satu, fokus memperhambakan dirimu kepada Allah Rabbal Alamin.
Ketika hati sepenuhnya tertuju kepada Sang Pencipta, ketika setiap langkah, usaha, dan doa disandarkan hanya kepada-Nya, di situlah letak ketenangan yang hakiki.
Tidak ada cemas berlebihan akan rezeki, tidak ada takut berlebihan akan penilaian manusia, karena jiwa telah menemukan tempat pulang yang paling aman.
Sebaliknya, adapun perkara yang membuat tercerai berai hati, porak-poranda, dan tidak pernah tenang, adalah terlalu banyak tahu dan selalu ingin tahu tentang apa yang ada pada manusia.
Sibuk mengurusi aib orang lain, sibuk membandingkan hidup dengan orang lain, sibuk mencari tahu apa yang dimiliki orang lain, sibuk dengan gosip, prasangka, dan hasad. Itulah racun yang perlahan merusak kedamaian batin.
Semakin banyak kita menelisik urusan manusia, semakin sempit hati kita. Semakin fokus kita menghamba kepada Allah, semakin lapang dan damai jiwa kita.
Maka, pilihlah. Ingin hati yang damai, atau hati yang tercerai berai. (Abo)
