Exposebanten.com | TANGGAMUS – Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Way Belu menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Selasa (22/9/2026) dini hari. Tanggul sungai jebol sekitar 200 meter dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak.
Laporan sementara Tim Reaksi Cepat Kecamatan Kota Agung Barat menyebutkan, banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah Sungai Way Belu meluap.
Tiga wilayah terdampak yakni Pekon Negara Batin Pedukuhan Sinar Maju, Pekon Belu Dusun Suka Jadi, dan Pekon Teba Bunuk Pedukuhan Tungbeliung.
Tim Reaksi Cepat bersama unsur pemerintah kecamatan dan pihak terkait telah melakukan koordinasi dengan OPD dan Forkopimcam, sekaligus melaksanakan pembersihan, pendataan serta inventarisasi dampak banjir.
Penanganan masih diperlukan di sejumlah fasilitas umum. Tim di lapangan membutuhkan mobil pemadam untuk membantu membersihkan lumpur di SDN 1 Belu, mushola dan rumah warga.
Selain itu, warga terdampak juga membutuhkan bantuan sembako.
Perbaikan tanggul Way Belu menjadi salah satu kebutuhan mendesak karena tanggul yang jebol mencapai sekitar 200 meter.
Penanganannya membutuhkan alat berat excavator agar akses dan kondisi tanggul dapat segera diperbaiki.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus Hendarman Wahid mengatakan, kondisi air di lokasi saat ini telah berangsur surut. Namun, sejumlah fasilitas umum masih membutuhkan penanganan akibat terdampak lumpur dan material banjir.
“Air sudah surut, namun masih ada beberapa titik yang perlu segera ditangani, seperti fasilitas umum sekolah SD dan mushola,” kata Hendarman.
Sementara itu, Camat Kota Agung Barat Sarif Hidayat Bangsawan mengatakan, di Pekon Negara Batin Pedukuhan Sinar Maju, banjir berdampak terhadap sekitar 150 kepala keluarga.
Sementara di Pekon Belu, sekitar 150 kepala keluarga terdampak setelah tanggul Way Belu jebol sepanjang kurang lebih 200 meter.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam SDN 1 Belu hingga dipenuhi lumpur. Pagar sekolah dilaporkan jebol sekitar 15 meter. Sementara di Pekon Teba Bunuk, sekitar lima hektare lahan persawahan turut terendam.
“Untuk sementara rumah terdampak banjir dengan ketinggian air diperkirakan 70 sentimeter, pagar rumah warga roboh, pagar SDN 1 Belu jebol 15 meter, dan 10 rumah warga rusak,” kata Sarif.
Ia menambahkan, tim bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak setelah banjir mulai surut.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah air surut, warga yang sebelumnya terdampak banjir telah kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya. (Romi/Red)

