Exposebanten.com | BOGOR — Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang (Unpam), melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Rumah Yatim dan Pesantren Ruhama, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Kegiatan bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada para santri, mengenai cara membuat alat penjernih air sederhana yang dapat diterapkan di pesantren.
Kegiatan PKM bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Selain memberikan wawasan tentang teknologi tepat guna, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis para peserta.
Tim dosen Unpam yang diwakili Ir. Ahsonul Anam, M.T. menyampaikan apresiasi kepada pihak Rumah Yatim dan Pesantren Ruhama, telah memberikan kesempatan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi akademisi dalam membantu masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, sekaligus memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta,” ujar Ir. Ahsonul Anam, M,T dalam sambutannya.
Pelaksanaan kegiatan dibantu dosen anggota, yakni Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST., MSi. dan Ir. Budi Kaliwanto, M.T., bersama mahasiswa Teknik Mesin Unpam.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai klasifikasi air permukaan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, yang membagi kualitas air ke dalam empat kelas peruntukan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan air sederhana untuk kebutuhan rumah tangga, hingga pengenalan teknologi pengolahan air modern seperti Reverse Osmosis (RO).
Sebagai bagian praktik, tim PKM mendemonstrasikan cara membuat alat penjernih air sederhana menggunakan pipa PVC.
Wakil pimpinan Rumah Yatim dan Pesantren Ruhama, Anshorullah, S.Pd., menyampaikan, rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan keterampilan para santri di luar materi pembelajaran pesantren.
“Keterampilan ini akan sangat berguna bagi anak-anak santri, terutama ketika nantinya terjun langsung ke masyarakat,” ungkap Anshorullah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka aktif menyimak materi yang diberikan serta terlibat langsung dalam praktik pembuatan alat penjernih air.
Berbagai pertanyaan juga diajukan peserta, mulai dari proses penjernihan air hingga cara membersihkan media penyaring, agar tetap efektif digunakan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan teknologi sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (*)
