Exposebanten.com | CILEGON – Puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026 di lintasan Selat Sunda kembali menunjukkan tantangan klasik. Kepadatan dermaga di Pelabuhan Merak meningkat drastis, memicu antrean kapal yang signifikan dan memperpanjang waktu tunggu sandar.

Situasi ini terjadi seiring dengan memaksimalkan penggunaan dermaga yang dipaksakan menampung 5-6 kapal, dari kapasitas normal 4 kapal.
Kapten Kapal Royce I di bawah naungan PT Damai Lintas Bahari, Capt Amir Ansori, mengonfirmasi bahwa kendati jumlah muatan secara keseluruhan tidak setinggi tahun lalu karena adanya pembagian arus ke tiga pelabuhan (termasuk Ciwandan), kepadatan di area Pelabuhan Merak tak terhindarkan.
“Biasanya satu dermaga diisi empat kapal, sekarang dipaksakan menjadi lima hingga enam kapal. Akibatnya, kapal yang datang belakangan harus menunggu giliran sandar,” ujar Capt Amir dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa antrean ini merupakan bagian dari strategi manajemen arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
“Kendaraan sengaja ditahan di atas kapal agar tidak menumpuk di area darat pelabuhan. Langkah ini diambil untuk mencegah kemacetan total yang dapat meluas hingga ke jalan umum,” lanjutnya.
Merespons potensi ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang, Capt Amir menegaskan bahwa pengaturan jadwal sandar adalah kewenangan pihak pelabuhan, bukan operator kapal.
“Kami hanya menjalankan instruksi. Kalau dermaga belum kosong, kami wajib menunggu,” tegasnya.
Capt Amir mengimbau para penumpang untuk tetap tenang, menjaga ketertiban, dan tidak mudah terpancing emosi selama menunggu di atas kapal.
Sebagai informasi, pemerintah membagi arus penyeberangan di tiga pelabuhan, dengan rincian: sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan, serta bus dan mobil pribadi di Pelabuhan Merak.
Armada kapal di Merak juga ditingkatkan menjadi sekitar 57 kapal untuk mengurai lonjakan.
Kerja sama penumpang dalam mengikuti aturan operasional sangat diharapkan untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. ***
