ExposeBanten.com | Tangerang – Polemik operasional PT Sukses Logam Indonesia (SLI) di Desa Sentul, Balaraja, kian panas.
Ketua BPD Sentul, Apendi, diduga tidak konsisten atau “main dua kaki” setelah sebelumnya mengklaim adanya dukungan luas warga di 14 RT untuk pembukaan kembali PT SLI, namun kemudian membantah sikap tersebut saat dikonfirmasi, mengklaim dirinya “netral”.
Pernyataan Apendi yang berubah-ubah ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai integritas dan komitmennya dalam mengemban amanah, terutama terkait surat bernomor 001/Istimewa/SMDS/XI/2025 yang awalnya disorot sebagai basis dukungan pembukaan kembali PT SLI.
- Pernyataan Awal: Apendi sebelumnya gencar meminta Bupati Tangerang mencabut penghentian sementara produksi PT SLI, berdalih ekonomi warga.
- Pengakuan Terkini: Saat dihubungi, Apendi mengaku tidak berpihak pada pro atau kontra, dan mengklaim surat dukungan dibawa oleh Agun, Ketua Karang Taruna, membuat posisinya dipertanyakan.
Agun, Ketua Karang Taruna yang disebut Apendi sebagai pembawa surat dukungan, belum memberikan klarifikasi resmi.
Baca Juga: Soal PT. SLI di Cengkok Balaraja, Antara Asap Pabrik dan Piring Nasi yang Harus Terisi
Desakan PT SLI Dibuka Menguat, Pemkab Tangerang Tunggu Hasil Kajian KLH
Menanggapi carut-marut ini, Camat Balaraja, Willy Patria, menegaskan Pemkab Tangerang tetap berhati-hati dan menunggu hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melalui Kepala Bidang PPKLH, Ari Margo Purnomo, menyatakan PT SLI hanya diizinkan beroperasi jika sudah melakukan perbaikan dan mengajukan uji coba, menyusul RDP dengan DPRD.
Sikap tidak konsisten oknum BPD ini disayangkan banyak pihak karena menabrak kepentingan warga yang dirugikan oleh pencemaran limbah B3.
(Abo)
