ExposeBanten.com | Kab.Tangerang – Seorang pria berinisial IA (33) warga Penjaringan, Jakarta Utara, berhasil diamankan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang atas dugaan tindak pidana penipuan dengan modus investasi ternak babi.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Septa Badoyo, Rabu (3/12/2025) mengatakan, awal kasus saat korban ML, warga Panongan, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan.
Kepada polisi, korban bercerita bahwa tersangka IA mengajak korban berinvestasi ternak babi potong.
Awalnya, kata Kompol Septa, korban bercerita diajak investasi bisnis ternak babi potong dengan jumlah 100 ekor, yang berlanjut untuk tahap kedua juga 100 ekor. Sehingga total 200 ekor.
“Dengan jumlah investasi sebesar Rp400 juta, yang dijanjikan panen dalam waktu 6 bulan dengar bobot timbangan 100 kilogram,” ujar Septa.
Ia juga katakan, atas ajakan itu, korban tertarik untuk berinvestasi. Hingga kemudian, korban memberikan uang Rp400 juta yang diberikan secara bertahap.
Namun, lanjut Kompol Septa, dalam perjalanannya, hal yang dijanjikan tersangka tidak sesuai.
Kompol Septa menjelaskan, beberapa waktu usai memberikan uang, korban mendapati hanya ada 55 ekor babi yang dipelihara di kandang yang berlokasi di Kampung Ranca Kebo, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Bahkan, ucap Septa. lahan kandang diketahui hasil sewa, begitu juga dengan para pekerja yang ternyata dibayar menggunakan uang korban.
“Setelahnya, saat korban datang membawa truk hendak mengangkut babi, ternyata tanpa sepengetahuan korban, semua babi dijual kepihak lain,” terang Septa.
Lebih lanjut Kompol Septa menyampaikan, karena korban merasa dirugikan, akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polresta Tangerang.
Atas laporan korban, pihak kepolisian langsung bergerak dipimpin Kanit Jatanras Satreskrim Iptu AA Surya Abdul Fitri melakukan penangkapan terhadap tersangka yang sedang berada di rumah temannya di daerah Cimone, Kota Tangerang.
Penangkapan dilakukan setelah tersangka mengabaikan dua surat panggilan.
“Selanjutnya tersangka kami bawa ke Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Septa.
Pengungkapan kasus itu mendapat apresiasi dari korban. Menurut korban, petugas kepolisian sudah dengan profesional menindaklanjuti laporan.
Hal itu sejalan dengan arahan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah agar setiap anggota menindaklanjuti laporan dengan profesional.
Saat ini, berkas perkara sudah P21 dan pada bulan Desember 2025, perkara tersebut akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang. (red)
