Foto: Hendra Primitif, Penggiat pemerhati kebijakan publik
Exposebanten.com | TANGERANG — Penggiat pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang agar memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan ruang kelas di tingkat SMP, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta didik baru setiap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurut Hendra Primitif, keterbatasan ruang kelas sering kali menjadi salah satu penyebab munculnya polemik dalam proses penerimaan siswa baru. Banyak calon peserta didik yang berdomisili di sekitar sekolah negeri tidak dapat tertampung karena daya tampung yang terbatas, sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat.
“Sudah saatnya Dinas Pendidikan melakukan pemetaan kebutuhan ruang kelas berdasarkan pertumbuhan penduduk dan jumlah lulusan SD di setiap wilayah. Jangan sampai persoalan daya tampung terus berulang setiap tahun dan memicu polemik di tengah masyarakat,” tegas Hendra Primitif, Senin (6/7/2026).
Ia menambahkan bahwa pembangunan ruang kelas baru maupun penambahan unit sekolah harus menjadi bagian dari perencanaan yang matang, terutama di kecamatan-kecamatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Dengan demikian, hak anak untuk memperoleh pendidikan dapat terpenuhi secara adil dan merata.
Hendra juga berharap pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Tangerang dapat memberikan dukungan terhadap penganggaran pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Negara memiliki kewajiban menjamin akses pendidikan bagi setiap anak. Oleh karena itu, penambahan ruang kelas dan peningkatan kapasitas sekolah harus menjadi prioritas agar pelaksanaan SPMB berjalan lebih baik, transparan, serta tidak lagi menimbulkan polemik di tengah masyarakat, “tegasnya.
Hendra Primitif mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya dialog, musyawarah, dan gotong royong dalam mencari solusi atas persoalan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan adalah investasi masa depan bangsa yang harus dikelola dengan perencanaan yang baik, penuh kejujuran, ketegasan, serta berpihak pada kepentingan generasi penerus tanpa membeda-bedakan wilayah maupun latar belakang masyarakat. (*)

