Exposebanten.com | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi menetapkan status siaga satu komando untuk mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada Level III (Siaga).
Langkah taktis ini diambil guna memastikan keselamatan masyarakat terhadap potensi paparan abu vulkanik dan ancaman bencana lainnya.
Keputusan tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).
Bupati Maesyal menginstruksikan seluruh lintas sektor untuk memperkuat koordinasi agar pergerakan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Bupati Maesyal.
Menindaklanjuti arahan tersebut, sejumlah instansi terkait seperti, Dinas Kesehatan telah mendistribusikan masker ke Puskesmas, area publik, dan memastikan stok di apotek serta minimarket aman guna menghadapi ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kulit akibat abu vulkanik. Tenaga medis juga disiagakan penuh.
Sementara, Dinas Pendidikan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak.
Selain itu, TNI dan Polri meningkatkan intensitas sosialisasi ke masyarakat sekaligus menyiagakan personel melalui sistem piket harian.
Di saat yang sama, Pemkab Tangerang juga menaruh perhatian serius pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas buang sampah liar yang dipicu oleh cuaca kering.
Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengungkapkan bahwa beberapa insiden kebakaran telah melanda sejumlah titik strategis, seperti di wilayah Bojong Nangka, kawasan ICE BSD Kecamatan Pagedangan, hingga Desa Matagara.
“Pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah harus terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” tegas Wabup Intan.
Ia juga meminta kesiapan seluruh pos pemadam kebakaran dipastikan optimal, termasuk Pos Damkar 2 Pagedangan.
Sebagai langkah pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja kini aktif melakukan penyiraman jalan berdebu serta area Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Para pemulung juga dilarang keras masuk dan membakar sampah di kawasan TPA karena berisiko besar memicu kebakaran hebat yang dapat menghambat aktivitas pemadaman. (*)
j

