Exposebanten.com | INDRAMAYU – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menunjukkan sikap ksatria pasca-aksi unjuk rasa yang berujung perusakan fasilitas umum (fasum) di Alun-Alun Indramayu, Kamis (2/4) lalu.
Alih-alih menghindar, para petani dan nelayan ini justru turun ke tambak-tambak untuk menggalang koin demi mengganti rugi kerusakan yang terjadi.
Aksi penggalangan dana unik ini terekam dalam sebuah video yang viral pada Sabtu (4/4/2026) siang. Dalam video tersebut, suara gemerincing ribuan koin logam yang saling beradu menjadi simbol “penebusan dosa” atas amarah yang sempat tak terkendali beberapa hari lalu.
Tanggung Jawab dari Kantong Sendiri
Koordinator Umum (Kordum) Aksi KOMPI, Hatta, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lari dari konsekuensi hukum maupun moral.
Ia menyatakan kesiapan kelompoknya untuk menanggung seluruh biaya perbaikan fasum Alun-Alun Indramayu yang sempat memicu kecaman publik.
“Kami siap ganti rugi semua kerusakan, berapapun biayanya. Kami menggalang dana dan patungan dari para petani serta nelayan pesisir yang tergabung di KOMPI,” ujar Hatta tegas.
Baca Juga: Alun-Alun Indramayu Rusak Diamuk Massa, Keberadaan Bupati Lucky Hakim Jadi Tanda Tanya
Baca Juga: Demo Kompi Indramayu Ricuh, Tugu 0 Km Rusak, Lucky Hakim Duga Ada Penunggang Kekacauan
Baca Juga: Bupati Lucky Hakim Diklaim Jadi “Korban”, KOMPI Indramayu: Itu Keputusasaan Rakyat, Bukan Drama!
Metode penggalangan dana dilakukan secara militan namun damai. Sejumlah warga mendatangi langsung area lahan tambak, wilayah yang menjadi jantung gugatan mereka untuk menemui para petani.
Tanpa spanduk tuntutan atau teriakan orator, yang ada hanyalah uluran tangan dan kesadaran kolektif.
Pemandangan ini menjadi potret yang kontras. Jika sebelumnya publik disuguhi kemarahan yang meluap, kini publik melihat ketulusan tanpa panggung.
Keping demi keping koin yang terkumpul dari tangan-tangan sederhana para pekerja pesisir ini menjadi bukti bahwa nurani masyarakat tidak hilang di tengah kerasnya perjuangan.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti berapa total jumlah dana yang terkumpul. Namun, gerakan ini bukan sekadar soal angka atau alat tukar.
Koin-koin receh tersebut telah menjelma menjadi simbol bahwa apa yang retak masih bisa diperbaiki selama ada kemauan untuk bertanggung jawab.
“Kita mulai mengumpulkan koin untuk ganti rugi kerusakan fasum Alun-Alun Indramayu,” ucap seorang pria dalam video tersebut sambil menghitung tumpukan recehan di tengah kerumunan warga yang bersahaja.
Langkah KOMPI ini seolah menjadi pengingat bagi semua pihak, bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan keberanian sejati terletak pada kemampuan untuk memperbaiki kesalahan. ***
