Exposebanten.com — Dua raksasa Grup I, Prancis dan Norwegia, akan berduel pada laga penutup fase grup Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat.
Meskipun kedua tim telah memastikan tiket ke babak 32 besar, pertandingan ini akan menjadi panggung adu tajam antara Kylian Mbappe dan Erling Haaland.
Laga terakhir Grup I yang akan berlangsung pada 26 Juni mendatang ini dipastikan berlangsung spektakuler.
Prancis dan Norwegia saat ini sama-sama menjadi penguasa klasemen setelah menyapu bersih dua laga awal.
Pertemuan ini bukan sekadar perebutan poin biasa, melainkan pertarungan gengsi untuk menentukan siapa yang berhak menyandang predikat juara Grup I.
Menanggapi laga akbar ini, striker andalan Norwegia, Erling Haaland, justru mengaku tidak terlalu memusingkan hasil akhirnya.
Menurutnya, keberhasilan mengamankan tiket ke babak 32 besar sudah menjadi pencapaian luar biasa.
“Kami lolos, kami berhasil melewatinya, yang sungguh luar biasa, jadi saya tidak terlalu peduli dengan pertandingan itu sekarang.”
“Mereka mungkin akan menang melawan kita, ” kata Haaland, dilansir BolaSport.com.
Meski demikian, penyerang Manchester City tersebut menegaskan bahwa Kylian Mbappe dkk. bukanlah lawan yang mudah dikalahkan.
Pada pertandingan tersebut, semua mata pencinta sepak bola dunia akan tertuju pada adu ketajaman antara Mbappe dan Haaland yang sama-sama memulai turnamen dengan gemilang.
Pertemuan ini akan menjadi kali pertama bagi kedua pemain saling berhadapan di level internasional, setelah sebelumnya kerap bersaing di panggung klub Eropa.
Kedua megabintang ini menempuh jalan yang sangat berbeda untuk mencapai status mereka saat ini.
Bagi Haaland yang berusia 25 tahun, Piala Dunia ini adalah turnamen besar pertamanya. Ia menikmati atmosfer kompetisi dengan penuh antusias layaknya seorang anak kecil di taman hiburan.
Sebagai raja kotak penalti, pemain Norwegia ini terkenal dengan kekuatan, efisiensi, dan rasa haus gol yang tak kenal lelah.
Meski baru melakoni turnamen besar pertama, Haaland telah memiliki satu trofi bergengsi yang belum pernah diraih Mbappe, yakni gelar Liga Champions UEFA bersama Manchester City pada 2023.
Disisi berlawanan, Kylian Mbappe justru merasa sangat nyaman di panggung akbar ini. Di usianya yang menginjak 27 tahun, gelaran ini telah menjadi Piala Dunia ketiganya.
Penyerang Prancis tersebut memiliki rekor yang luar biasa dengan torehan 16 gol hanya dalam 16 pertandingan Piala Dunia, angka yang hanya bisa dilewati oleh Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Mbappe telah merasakan manisnya gelar juara Piala Dunia pada 2018 dan menjadi finalis pada 2022.
Dari segi gaya bermain, pemain Prancis ini menonjol berkat kecepatan, kemampuan mengacaukan pertahanan lawan, serta kelincahan dalam menggiring bola.
Berbeda dengan Haaland yang mengandalkan keefektifan di dalam kotak penalti, Mbappe ahli dalam menyelesaikan serangan sekaligus menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Secara statistik, kedua pemain ini adalah pencetak gol ulung yang terus memecahkan rekor demi rekor. Baik Mbappe maupun Haaland sama-sama memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negara masing-masing.
Mbappe tercatat telah mencetak 60 gol internasional, sementara Haaland menguntit ketat dengan 59 gol.
Catatan milik Haaland ini terasa sangat mengerikan karena ia hanya membutuhkan 52 pertandingan untuk mengoleksi 59 gol tersebut, jauh lebih sedikit dibandingkan 100 pertandingan yang harus dimainkan oleh Mbappe untuk mencetak 60 gol.
Adu kelebihan dan kekurangan inilah yang membuat bentrokan mereka di Massachusetts sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia. (Abo)

