Ilustrasi Duel Khalid bin Al-Walid dengan Hormuz
Exposebanten.com – Sebuah duel ikonik tercatat dalam lembaran sejarah Islam saat Khalid bin Al-Walid berhasil menewaskan panglima tertinggi Persia, Hormuz, dalam Pertempuran Dzatus Salasil (12 H / 633 M).
Kemenangan krusial ini menandai runtuhnya mental pasukan Persia dan membuka jalan bagi penguasaan kaum Muslim atas wilayah tersebut, dengan rampasan perang mencapai 1000 pikulan unta.
Duel maut ini bermula ketika Hormuz, pemimpin pasukan Persia yang angkuh, turun dari kuda menantang duel satu lawan satu.
Tantangan tersebut langsung diterima oleh Khalid bin Al-Walid, sang “Pedang Allah yang Terhunus”.
Di tengah ketegangan ribuan pasang mata, kedua pedang beradu, menunjukkan superioritas taktik dan keberanian pasukan Muslim yang akhirnya memenangkan pertarungan.
Tewasnya Hormuz seketika mengguncang barisan Persia. Pasukan yang sebelumnya memandang rendah bangsa Arab ini kocar-kacir kehilangan arah.
Situasi ini dimanfaatkan pasukan Muslim untuk menembus pertahanan lawan dan menguasai medan perang, mengejar sisa-sisa pasukan Persia hingga malam hari.
Peristiwa ini abadi dalam nama “Dzatus Salasil” (Perang Rantai), merujuk pada banyaknya tentara Hormuz yang saling mengikatkan diri dengan rantai agar tidak melarikan diri.
Sejarah mencatat bahwa sebelum konfrontasi ini, Raja Persia dikenal kerap memerangi penduduk Arab di daratan dan bangsa India di lautan, hingga akhirnya ambisi tersebut dipatahkan oleh ekspedisi Islam yang dipimpin oleh sang “Pedang Allah”, Khalid bin Al-Walid.
Kisah yang dinukil dari kitab al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir ini menjadi momen sejarah penting di wilayah perbatasan Persia.
