Exposebanten.com | TANGERANG – Aksi heroik penyelamatan diri dilakukan RRP, sopir taksi listrik Green SM yang berhasil lolos dari maut saat kendaraannya ditabrak kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu.
Sopir tersebut sempat terjebak di dalam mobil karena pintu terkunci otomatis dan transmisi berpindah ke posisi parkir (P) saat mesin mati di tengah rel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa RRP berhasil keluar setelah warga membantu mengevakuasinya melalui jendela pintu sopir.
“Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir. Sopir mencoba mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil,” ujar Budi dalam keterangannya.
Baca Juga: Tragedi Berdarah Kereta Api: Sistem ‘Lock’ Mobil Listrik Picu Kecelakaan Beruntun, 15 Nyawa Melayang
Terkait penyebab matinya mesin mobil listrik tersebut, polisi bersama instansi terkait tengah melakukan investigasi mendalam.
Pihaknya menyelidiki apakah ada pengaruh medan magnet atau listrik yang menyebabkan sistem kendaraan terkunci.
“Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online,” tambahnya.
Fakta baru terungkap bahwa RRP ternyata baru tiga hari bekerja sebagai sopir taksi online tersebut, terhitung sejak 25 April 2026.
Selain itu, ia hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari yang terbatas pada pengenalan fitur dasar.
“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari,” jelas Budi.
Polda Metro Jaya meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pendalaman resmi dari Puslabfor dan KNKT terkait penyebab teknis kecelakaan tersebut. ***
