Exposebanten.com – Pemahaman agama yang dangkal akibat hanya mengandalkan potongan video pendek atau pesan singkat di media sosial kini menjadi tantangan serius bagi umat.
Di era digital saat ini, masyarakat diimbau untuk kembali ke esensi belajar yang sesungguhnya, yaitu dengan mengaji secara utuh dan langsung berguru kepada ulama yang mumpuni, baik secara lahir maupun batin.
Pemahaman yang menyeluruh dinilai menjadi kunci utama karena perjalanan menuju akhirat merupakan jalan panjang yang tidak bisa ditempuh hanya dengan panduan instan.
Fenomena belajar agama lewat potongan video Reels Instagram, TikTok, hingga pesan berantai di WhatsApp belakangan ini memang semakin marak.
Namun, pemahaman keagamaan tidak akan pernah cukup jika hanya bersumber dari dokumen selembaran atau pesan singkat alakadarnya.
Belajar agama memerlukan proses yang mendalam dan berkesinambungan agar ilmu yang diperoleh tidak setengah-setengah.
Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk kembali meramaikan majelis ilmu dan aktif mengaji.
Proses belajar yang ideal adalah dengan mencari guru atau ulama yang memiliki kapasitas keilmuan yang mendalam, baik dari sisi hukum-hukum lahiriah (dzahir) maupun ketajaman spiritual (batin).
Dengan berguru langsung kepada ahlinya di mana pun berada, ilmu yang diserap akan semakin tajam dan menghindarkan diri dari salah tafsir. Perjalanan spiritual menuju akhirat diibaratkan sebagai sebuah jalan yang sangat panjang.
Perjalanan besar ini tentu saja tidak akan cukup jika hanya mengandalkan petunjuk yang tertulis di atas secarik kertas surat atau kutipan singkat di media sosial. Diperlukan fondasi iman dan pemahaman yang kokoh melalui bimbingan para ulama agar selamat sampai tujuan. (Abo)

