Exposebanten.com – Bergantung dan menaruh harapan besar kepada sesama manusia sering kali menjadi jalan pintas menuju kekecewaan mendalam karena sifatnya yang ringkih.
Untuk mengantisipasi rapuhnya hati, setiap individu dianjurkan untuk memperkuat fondasi iman dan menyertai setiap impian dengan kekuatan doa langsung kepada Sang Pencipta.
Pesan spiritual ini menjadi refleksi penting di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh ketidakpastian.
Ketika ekspektasi terhadap manusia berujung pahit, kembali kepada Tuhan adalah solusi mutlak untuk menjaga stabilitas mental dan hati.
Esensi dari pentingnya berdoa dan berharap hanya kepada Allah SWT ini tertuang dalam sebuah kisah yang abadi.
Berdasarkan catatan dalam Majmu’ Al Fatawa (35/370), suatu hari sejumlah sahabat Nabi SAW bertanya untuk mengobati rasa penasaran mereka.
“Wahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu dekat sehingga kami cukup bersuara lirih ketika berdoa, ataukah Rabb kami itu jauh sehingga kami harus menyerunya dengan suara keras?”
Pertanyaan sarat makna ini langsung dijawab oleh Allah SWT melalui turunnya wahyu yang menegaskan bahwa tidak ada jarak antara Tuhan dan hamba-Nya.
Melalui momen tersebut, Allah Ta’ala menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 186 yang menjadi jaminan mutlak bagi setiap manusia yang sedang berharap.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…”
Melalui ayat ini, manusia tidak perlu berteriak atau mencari perantara yang fana. Allah menegaskan posisi-Nya yang sangat dekat dan selalu siap mengabulkan setiap untaian doa.
Kendati jaminan pengabulan doa itu nyata, ayat tersebut juga menutup dengan dua syarat utama bagi manusia agar harapannya tidak bertepuk sebelah tangan, pertama, manusia diminta untuk senantiasa memenuhi segala perintah Allah (taat), kedua, teguh dalam beriman kepada-Nya.
Dengan memenuhi dua pilar ini, seseorang tidak hanya akan mendapati harapannya terjaga, tetapi juga dibimbing agar selalu berada dalam kebenaran dan petunjuk hidup yang lurus. (Abo)

