Exposebanten.com | TANGERANG – Akses mobilitas warga di wilayah barat Kabupaten Tangerang akan semakin mulus. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, resmi memulai rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran dan Jalan Penjamuran–Kronjo sepanjang total lebih dari 11 kilometer lewat prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking), Senin (3/7/2026).
Proyek infrastruktur berskala besar ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender atau sekitar lima bulan ke depan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memprioritaskan proyek ini untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mempermudah akses harian warga.
Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa perbaikan jalan di jalur Pasar Ceplak hingga perbatasan Tugu Kronjo ini akan berdampak langsung pada urat nadi perekonomian lokal.
“Pembangunan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi barang, aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kronjo dan sekitarnya,” ujar Maesyal Rasyid.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjabarkan rincian teknis pengerjaan pada kedua ruas jalan tersebut.
Hingga tahun 2025 kondisi jalan mantap telah mencapai 3,9 kilometer. Pada tahun 2026 dilakukan penanganan segmen 1 hingga segmen 7 sepanjang 5,19 kilometer, sehingga kondisi jalan mantap dapat meningkat menjadi 9,09 kilometer, dengan sisa ruas yang belum tertangani sepanjang 0,18 kilometer.
Lanjut Iwan, untuk ruas Jalan Penjamuran–Kronjo memiliki panjang ruas mencapai 2,34 kilometer. Kondisi jalan mantap hingga tahun 2025 sepanjang 0,91 kilometer.
Tahun 2026 dilakukan rekonstruksi pada segmen 1 hingga segmen 2 sepanjang 0,93 kilometer, sehingga kondisi jalan mantap menjadi 1,84 kilometer, dengan sisa ruas yang belum tertangani sepanjang 0,5 kilometer.
“Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Tangerang, untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah,” ungkap Iwan.
Bupati Maesyal menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, seperti Pakuhaji, Sepatan, hingga Pasar Kemis, sesuai kapasitas anggaran daerah.
Ia menginstruksikan tim pengawas proyek untuk mengawal ketat spesifikasi teknis agar kualitas beton bertahan dalam jangka panjang.
Menyadari dampak pengerjaan fisik di lapangan, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pengguna jalan.
Warga diimbau mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan aktivitas di sekitar lokasi proyek selama lima bulan ke depan. (Abo)

