Exposebanten.com — Piala Dunia 2026 resmi mencetak sejarah sebagai edisi terbesar dengan rekor 48 negara peserta dan 104 pertandingan di tiga negara tuan rumah yaitu, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Format masif ini langsung menyajikan kejutan sejak pekan pertama, tak hanya lewat hujan gol spektakuler, namun juga memanasnya tensi politik di luar lapangan terutama yang dialami oleh Timnas Iran di Grup G.

Atmosfer panas tersebut mencapai puncaknya, Hal ini lantaran Iran dipaksa secepatnya meninggalkan Amerika Serikat setelah pertandingan untuk kembali ke kamp mereka di Tijuana, Meksiko.
Pelatih Amir Ghalenoei mengatakan pemain Timnas Iran dapat bermalam di California AS, setelah pertandingan fase grup melawan Selandia Baru pada Senin (15/6/2026) malam.
Semula, Iran merencanakan untuk kembali ke Meksiko satu hari setelah pertandingan atau pada Selasa waktu setempat. Namun, rencana itu urung terjadi karena instruksi untuk langsung meninggalkan AS setelah pertandingan.
“Seharusnya kami menginap disini malam ini untuk beristirahat dan kembali besok siang, tetapi mereka tidak mengijinkan kami, ” kata Ghalenoei, dikutip dari Aljazeera.
Ghalenoei tidak menyebutkan siapa yang memberlakukan pembatasan tersebut. Dirinya benar-benar merasa tidak nyaman dengan hal ini. Oleh karena itu, ia menilai bahwa Iran adalah tim paling tertindas di Piala Dunia.
“Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami telah diberitahu untuk kembali ke kamp kami di Tijuana, dan kami benar-benar merasa terganggu oleh hal itu,” ucapnya.
Ghalenoei bahkan menyebut Iran sebagai tim yang paling dirugikan di Piala Dunia 2026. Ia menyinggung absennya presiden negara, media Iran, serta sejumlah anggota manajemen tim yang tidak bisa hadir.
Meski demikian, di tengah berbagai isu di luar lapangan, pertandingan tetap berjalan menarik. Iran dua kali tertinggal dan dua kali pula berhasil menyamakan kedudukan.
Menanggapi kritik Pelatih Timnas Iran, Bos FIFA, Gianni Infantino, semangati Timnas Iran diruang ganti.
“Malam ini pertandingan yang berat, dengan sedikit keberuntungan kalian bisa menunjukkan kepada dunia, bahwa kalian layak berada di Piala Dunia,” ucap Gianni.
“Dan masih memiliki dua laga lagi kalian akan membuat semua orang didunia bangga,” sambungnya. ***

