Exposebanten.com | Rubrik — Setiap daerah punya jantung. Dan setiap perjalanan butuh titik awal. Untuk Kabupaten Tangerang, titik awal itu kini ditegaskan lewat pembangunan ‘Tugu Titik 0’.
Terletak di pusat pemerintahan Tigaraksa, tugu ini bukan sekadar penanda kilometer. Ia adalah pernyataan sikap: bahwa dari sinilah Kabupaten Tangerang menakar langkah, mengukur arah, dan menanam visi pembangunan kabupaten Tangerang.
Kenapa Tugu Titik 0 ini penting dibangun
- Simbol Pusat & Identitas
Selama ini, Tangerang sering disebut sebagai “wilayah penyangga” Jakarta. Dengan adanya Tugu Titik 0, kita menegaskan bahwa : Tangerang punya pusatnya sendiri, punya jati diri sendiri. Desain tugunya mengangkat kearifan lokal—siluet bambu sebagai lambang kelenturan dan kekuatan, motif batik Tangerang di bagian alas, serta ruang hijau yang teduh. Biar siapa pun yang datang tahu: ini Tangerang, dengan karakter dan kebanggaannya. - Titik Temu Warga, Bukan Sekadar Monumen
Tugu Titik 0 dirancang bukan untuk dipandangi dari jauh atau hanya sebatas di gunakan untuk berselfi atau berphoto, tapi juga digunakan sebagai zona literasi digital yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kabupaten Tangerang.
Dalam rencana ke depan boleh jadi di sekelilingnya bisa dibangun plaza terbuka, taman, dan koridor UMKM. Ia akan jadi ruang publik tempat anak muda berdiskusi, keluarga berekreasi, dan pelaku usaha kecil punya panggung. Karena pembangunan terbaik adalah yang bisa dirasakan dan dipakai langsung oleh warga.
- Kompas Pembangunan yang Merata
Secara filosofis, dari titik nol inilah semua jarak diukur. Artinya, tugu ini jadi pengingat bagi pemerintah: setiap kebijakan, setiap jalan yang dibeton, setiap sekolah yang didirikan, harus ditarik benangnya sampai ke 29 kecamatan. Tidak boleh ada wilayah yang merasa jauh dari pusat ibukota Kabupaten Tangerang . Dari Cisoka sampai Kosambi, dari Jambe sampai Teluknaga, semua harus terasa dekat. - Momentum Menuju Tangerang Semakin Gemilang
Pembangunan Tugu Titik 0 adalah bagian dari wajah baru Kabupaten Tangerang. Ia berdiri sejajar dengan revitalisasi alun-alun, penataan pusat pemerintahan, dan penguatan pelayanan publik. Tugunya boleh diam, tapi pesannya bergerak: Tangerang tidak lagi mau hanya jadi “lintasan”. Tangerang mau jadi tujuan.
Tugu Titik 0 adalah janji yang dituangkan dalam bentuk. Janji bahwa kita tahu titik berangkatnya, dan kita paham mau ke mana: Kabupaten Tangerang yang religius, cerdas, sehat, sejahtera.
Dari titik nol ini, kita mulai melangkah. Lebih pasti, lebih merata, lebih berkeadilan.
H. Muhamad Pahruroji
Mantan Anggota DPRD Tinggal di Tigaraksa
