Exposebanten.com | TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang perempuan berinisial W (46).
Kurang dari 10 jam setelah kejadian, polisi berhasil meringkus tersangka pelaku yang ternyata merupakan anak tiri korban sendiri.
Tersangka bernama Nanang Supriatna (25) ditangkap di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Sabtu (18/4/2026) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.
Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif sesaat setelah jasad korban ditemukan.
“Alhamdulillah, dalam waktu sepuluh jam Satreskrim Polres Tangerang Selatan dapat menangkap terduga pelaku. Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, Minggu (19/4/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi keji ini diduga dipicu oleh dendam pribadi tersangka terhadap ibu tirinya.
Peristiwa bermula pada Jumat malam (17/4/2026) ketika korban sedang memotong sayur di rumahnya di Kampung Babakan, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug.
Tersangka datang dengan maksud meminjam telepon genggam (HP), namun korban menolak permintaan tersebut.
Penolakan ini menyulut emosi tersangka hingga ia nekat menganiaya korban menggunakan palu dan pisau hingga meninggal dunia.
Fakta mengejutkan lain terungkap dari hasil tes urine tersangka. AKP Wira menyebutkan bahwa Nanang positif mengonsumsi zat terlarang.
“Kami temukan bahwa tersangka positif urine mengandung zat Metamfetamin dan Benzodiazepin,” tambahnya.
Proses penangkapan Nanang tidak berjalan mulus. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur karena tersangka sempat memberikan perlawanan saat akan diamankan petugas.
Kasus ini pertama kali mencuat saat suami korban pulang kerja dan mendapati istrinya sudah tak bernyawa di dalam rumah.
Atas perbuatannya, Nanang kini dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus untuk memastikan apakah ada faktor pendukung lain di balik tindakan sadis tersebut. ***
