Exposebanten.com | TANGERANG —Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan suatu daerah.
Menyadari hal itu, DPR Provinsi Banten, Ir. Tubagus Luay Shofwani, mendorong Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang untuk lebih aktif mendukung program-program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menilai, potensi besar yang dimiliki Pemuda Muhammadiyah harus dikelola dengan baik.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan Pemuda Muhammadiyah akan mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.
“Keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat, khususnya Pemuda Muhammadiyah, diyakini akan membawa dampak positif yang signifikan,” ujar TB Luay, saat diskusi yang berlangsung di Awake and Alive Cafe, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan dihadiri oleh 29 Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Tangerang ini, berbagai persoalan yang muncul di masyarakat seharusnya dilihat sebagai potensi untuk perbaikan.
“Setiap masalah adalah proses untuk memperbaiki hidup. Kita harus melihatnya sebagai peluang untuk membangun kondisi yang lebih baik. Pemuda Muhammadiyah harus bisa membaca peluang tersebut,” kata Luay.
Ia menambahkan, hubungan dengan Pemuda Muhammadiyah tidak hanya bersifat ideologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial, yaitu bagaimana pemuda dapat hadir dan berkontribusi nyata terhadap kondisi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang, Fajar Iqbal Mirza, menegaskan, kekuatan Pemuda Muhammadiyah terletak pada kualitas kader, bukan sekadar jumlah.
Menurutnya, kader Muhammadiyah harus melalui proses pengkaderan yang kuat. Sehingga mampu menjadi pemimpin yang berintegritas dan berdampak bagi masyarakat.
Iqbal mencontohkan pernyataan Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, dalam sebuah diskusi sebelumnya.
Ia menyebutkan, secara elektoral jumlah warga Muhammadiyah mungkin tidak besar, sekitar 10 persen, namun banyak tokoh Muhammadiyah dipercaya menduduki posisi strategis, karena kualitas kader dan kontribusinya di masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Iqbal juga menyoroti persoalan pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang.
Alumnus S2 Hubungan Internasional, Universitas Indonesia (UI) menyampaikan, APBD Provinsi Banten 2026 mencapai sekitar Rp10,27 triliun, sementara APBD Kabupaten Tangerang sekitar Rp8,2 triliun.
Meski demikian, kondisi jalan efektif di Kabupaten Tangerang diperkirakan baru sekitar 70 persen, dengan sekitar 200 titik jalan rusak yang memerlukan perhatian dan perbaikan.
“Pemuda Muhammadiyah siap menjadi mitra bagi wakil rakyat di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait pembangunan dan perbaikan infrastruktur,” ujarnya.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tangerang, Remmy Martogi, dalam kesempatan yang sama mengingatkan kembali filosofi gerakan Muhammadiyah yang berakar pada nilai-nilai Surah Al-Ma’un.
Ia menjelaskan, nilai Al-Ma’un yang diajarkan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, menekankan pentingnya kepedulian sosial terhadap kaum miskin, yatim, dan dhuafa.
Nilai inilah yang kemudian melahirkan berbagai amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah, rumah sakit, universitas, dan lembaga sosial lainnya.
“Al-Ma’un mengingatkan umat agar tidak hanya menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga menghadirkan Islam sebagai gerakan sosial yang berpihak kepada kelompok yang lemah,” tegas Remmy. (*)
