Exposebanten.com | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memaparkan catatan impresif atas capaian pembangunan strategis sepanjang tahun 2025.
Di bawah kepemimpinan Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, kualitas hidup masyarakat diklaim mengalami peningkatan signifikan di sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.
Paparan tersebut disampaikan dalam agenda Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Maesyal-Intan yang berlangsung khidmat di Aula Pendopo Kabupaten Tangerang, Selasa (10/3/2026).
Bupati Maesyal menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah selama setahun terakhir.
Namun, laporan administratif tersebut mendapatkan catatan kritis dari elemen masyarakat.
Edwin Purnama, seorang aktivis asal Pantura, mengingatkan bahwa indikator keberhasilan pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada angka di atas kertas, melainkan harus selaras dengan realisasi nyata yang menyentuh akar rumput.
“Pemimpin bukan hanya dituntut mampu bekerja secara administratif, tetapi juga harus menghadirkan tindakan nyata. Rakyat saat ini menunggu bukti, bukan sekadar janji,” ujar Edwin saat memberikan tanggapan terkait refleksi pemerintahan tersebut.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah permasalahan banjir yang masih menghantui 25 dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Edwin menilai kondisi ini menjadi sinyal mendesak bagi Pemkab untuk mengevaluasi kebijakan tata ruang secara terintegrasi agar dampak bencana dapat diminimalisir secara permanen.
Selain isu lingkungan, transparansi anggaran dan akuntabilitas jajaran birokrasi mulai dari tingkat Dinas hingga Desa turut menjadi sorotan.
Edwin menekankan bahwa mandat demokrasi yang diberikan rakyat harus dijawab dengan program yang pro-rakyat dan progresif.
Meski melontarkan kritik tajam, Edwin tetap memberikan apresiasi atas sejumlah capaian yang diraih Pemkab sepanjang 2025.
Ia berharap momentum satu tahun ini menjadi pelecut bagi pasangan Maesyal-Intan untuk memperkuat komitmen pembangunan yang lebih transparan.
Sebagai bentuk kontribusi aktif, Edwin menyatakan akan terus memperkuat pengawasan di lapangan, khususnya terkait bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan sanitasi, dan tempat-tempat pembuangan sementara sampah yang dianggap masih perlu diperhatikan guna memastikan data masyarakat bawah tersampaikan secara akurat kepada pemerintah.
“Pemerintahan harus dibangun dengan semangat kesatuan visi. Semua perangkat harus bekerja nyata demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya. (*)
