ExposeBanten.com | Tangerang – Siapa bilang di dalam jeruji cuma bisa bengong. Di Rutan Kelas I Tangerang, warga binaan justru lagi sibuk belajar ilmu yang “ngeri-ngeri sedap” tapi penting banget, tata cara mengurus jenazah.
Pada Rabu (11/02/2026), Masjid Baitussalam mendadak jadi tempat praktik fardu kifayah yang diikuti para penghuni rutan dengan antusiasme tinggi.
Bukan sekadar ngisi waktu luang, pelatihan ini tujuannya mulia banget. Pihak Rutan pengen warga binaan punya skill nyata yang bisa kepakai pas mereka bebas nanti.
Jadi, kalau ada tetangga yang meninggal, mereka nggak cuma nonton, tapi bisa langsung turun tangan bantuin.
Dari Mandiin Sampai Nyolatin, Semua Dikupas Tuntas
Gak tanggung-tanggung, pelatihnya langsung H. Asep Saepudin, Ketua DKM Masjid Baitussalam. Di sini, para warga binaan nggak cuma disodorin teori yang bikin ngantuk, tapi langsung praktik:
• Memandikan: Gimana caranya biar jenazah bersih sesuai syariat.
• Mengkafani: Seni membungkus kain putih dengan rapi dan benar.
• Menyolatkan: Doa-doa terakhir buat yang sudah berpulang.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, bilang kalau pembinaan itu nggak melulu soal jaga keamanan. Doi pengen sisi spiritual para penghuni juga “di-charge”.
“Kami pengen mereka dapet bekal ilmu agama yang bermanfaat. Harapannya, ilmu ini jadi bagian dari proses perbaikan diri dan mereka makin peduli sama sesama pas balik ke masyarakat nanti,” kata Irhamuddin dengan nada mantap.
Salah satu warga binaan berinisial A.R. ngaku seneng banget dapet ilmu ini. Menurutnya, pengalaman ini baru banget buat dia.
“Dulu boro-boro kepikiran mau ngurus jenazah. Sekarang jadi tahu cara yang bener menurut Islam. Insyaallah nanti kalau sudah bebas, ilmu ini bakal saya amalin di kampung,” curhatnya.
Acara yang berlangsung di Rutan Tangerang ini berjalan lancar, aman, dan tertib. Ini jadi bukti kalau sistem pemasyarakatan sekarang makin humanis. Fokusnya bukan lagi cuma hukuman, tapi gimana caranya bikin orang jadi lebih berdaya dan punya manfaat buat orang lain. (Abo)
