Exposebanten.com | CILEGON – Euforia peringatan Hari Bermuhammadiyah yang digelar di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Kota Cilegon diwarnai dengan kritik terhadap Pemerintah Kota Cilegon.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Cilegon, Arif, menyayangkan ketidakhadiran Wali Kota Cilegon, H. Robinsar, dalam agenda yang dinilai bersejarah bagi keluarga besar Muhammadiyah.
Menurut Arif, Hari Bermuhammadiyah bukan sekadar ajang silaturahmi antarwarga dan tokoh Muhammadiyah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dengan Pemerintah Kota Cilegon.
“Momentum ini sangat penting bagi kami. Selain silaturahmi, kami juga mengusung salah satu program prioritas Pak Wali, yakni menghadirkan program Strata 2 (S2) di Kota Cilegon bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ),” ujar Arif.
Atas ketidakhadiran Wali Kota tanpa adanya informasi yang jelas maupun perwakilan resmi dari Pemerintah Kota Cilegon, Arif menyatakan pihaknya memberikan “kartu kuning” sebagai bentuk peringatan.
“Kami beri peringatan berupa kartu kuning karena Pak Wali tidak memberikan kejelasan terkait kehadirannya dan tidak ada satu pun perwakilan dari Pemerintah Kota yang hadir. Padahal, ini bukan kali pertama. Dalam beberapa kegiatan Muhammadiyah, Pak Wali juga tidak pernah hadir,” tegasnya.
Arif menilai, apabila kepala daerah berhalangan menghadiri suatu kegiatan, seharusnya dapat mendelegasikan kehadiran kepada pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kota.
“Kalau saya menjadi wali kota, ketika berhalangan hadir tentu bisa mendelegasikan kepada Asisten Daerah, Kesbangpol, atau pejabat lainnya. Yang penting pemerintah tetap hadir menghormati undangan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi Muhammadiyah Kota Cilegon dalam membangun hubungan dengan pemerintah daerah.
“Ini menjadi catatan bagi kami. Apakah ketidakhadiran ini murni karena ada agenda lain atau memang tidak ada perhatian terhadap kegiatan Muhammadiyah? Tentu masyarakat bisa menilai,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Cilegon maupun Pemerintah Kota Cilegon terkait alasan ketidakhadiran dalam kegiatan Hari Bermuhammadiyah tersebut. (*)

