Exposebanten.com | TANGERANG – Tumpukan sampah yang menggunung di bahu jalan raya Pasar Ceplak, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, benar-benar menjadi potret buram penanganan kebersihan di wilayah tersebut.
Tak hanya memicu protes keras warga karena aroma busuk, sistem pengangkutan sampah yang amburadul ternyata membuat petugas lapangan ikut mengeluh, bahkan membongkar dugaan permainan anggaran alat berat.
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga Selasa (7/4) kemarin, sampah baru diangkut karena sempat viral pada Senin (6/4) lalu.
Tragisnya, pembersihan tersebut terkesan hanya “pemadam kebakaran” karena dilakukan setelah mendapat tekanan publik, dan ironisnya, truk yang beroperasi terlihat dari pihak Kecamatan, bukan armada utama DLHK yang sigap.
Lebih mencengangkan, seorang mantan pegawai kebersihan berinisial Joni (nama disamarkan), membongkar fakta mengejutkan di lapangan.
Ia menyebut alat berat Beko milik UPT DLHK jarang dioperasikan untuk mengangkut sampah, namun anggaran bahan bakarnya jalan terus.
“Beko itu anggaran BBM-nya cair terus, kok enggak pernah bekerja?” ucap Joni menyindir.
Baca Juga: Sampah Menggunung di Pasar Ceplak Tak Diangkut, Kinerja UPT 1 DLHK Kabupaten Tangerang Disorot Tajam
Menurutnya, wajar jika tumpukan sampah terjadi setiap hari, terutama saat libur lebaran. Namun, hal ini diperparah dengan kinerja alat berat yang nihil.
“Yakin pasti mengeluh petugas pengangkut sampah, orang Beko-nya enggak pernah dioperasikan, cuma BBM-nya aja lancar,” sambungnya.
Kondisi memilukan ini memancing komentar tajam dari pengguna jalan. Seorang pengendara motor yang baru pulang bekerja dari Muara Baru, menyinggung lambatnya penanganan sampah di Kabupaten Tangerang dibandingkan era DKI Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Kalau di Jakarta jaman Ahok, pasti habis ini Kepala Dinas-nya,” ujarnya singkat saat melintas, membandingkan betapa tegasnya penanganan sampah kala itu.
Hingga berita ini diturunkan, DLHK Kabupaten Tangerang belum memberikan klarifikasi secara resmi terkait penanganan sampah saat ini. (Abo)
