ExposeBanten.com | Kab.Tangerang — Proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Rancailat, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam dari warga dan aktivis kontrol sosial.
Pekerjaan dengan panjang keseluruhan sekitar 174 meter (masing-masing 87 meter di sisi kanan dan kiri saluran) ini diduga dikerjakan asal-asalan dan bahkan menggunakan batu bekas.
Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi pekerjaan yang memprihatinkan. Susunan batu tampak tidak rapi, tidak seragam, dan sebagian terlihat seperti material bongkaran. Adukan semen pun sangat minim, seolah hanya ditempel seadanya tanpa memperhatikan kekuatan struktur.
Selain itu, proyek tersebut juga tidak memasang papan informasi kegiatan (papan proyek), padahal itu adalah kewajiban sesuai aturan transparansi penggunaan dana pemerintah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sumber anggaran dan siapa pelaksana di balik pekerjaan tersebut.
Ketua LSM Gerakan Transparansi Rakyat (GTAR), Asep, angkat bicara menyoroti persoalan ini.
“Kami minta dinas terkait turun tangan. Jangan sampai proyek seperti ini dibiarkan. Kalau benar pakai batu bekas dan tanpa papan proyek, itu sudah melanggar aturan dan jelas merugikan masyarakat,” tegas Asep kepada media.
Ia juga menambahkan, LSM GTAR akan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk disampaikan secara resmi ke instansi terkait jika tidak ada perbaikan.
“Dana pembangunan itu uang rakyat. Jangan main-main. Kami akan kawal sampai tuntas,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi pelaksanaan proyek irigasi di Desa Rancailat agar hasilnya sesuai spesifikasi dan benar-benar bermanfaat bagi petani.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan material bekas dan mutu pekerjaan tersebut. (Aripin)
