Exposebanten.com | BOGOR – Kawasan wisata Puncak, Bogor, kembali mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan pada H2 Lebaran, Minggu (22/3) kemarin.
Satuan Lalu Lintas Polres Bogor mencatat sebanyak 80.000 kendaraan melintasi jalur ini hanya dalam waktu satu hari, menyebabkan antrean panjang di titik krusial seperti Simpang Gadog.
Pihak kepolisian telah menerapkan sistem satu arah (one way) secara situasional untuk mengurai kepadatan.
Meski efektif mengurangi tumpukan kendaraan di jalur utama, masyarakat diminta waspada karena sistem ini berpotensi memicu antrean panjang pada arah sebaliknya.
Himbauan untuk Wisatawan
Bagi masyarakat Jabodetabek yang berencana menghabiskan sisa libur Lebaran di Puncak, sangat disarankan untuk:
- Memantau jadwal rekayasa lalu lintas secara berkala melalui kanal resmi TMC Polres Bogor.
- Mempertimbangkan jalur alternatif atau menunda keberangkatan jika arus kendaraan di Simpang Gadog sudah tidak bergerak.
- Memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima guna menghadapi kemacetan panjang yang menguras energi.
Tingginya antusiasme warga tahun ini tak lepas dari tradisi keluarga perkotaan yang memilih menginap di vila untuk menikmati udara sejuk setelah silaturahmi.
“Banyak keluarga memilih menghabiskan waktu di vila setelah hari pertama Lebaran,” ujar salah satu pengguna jalan di lokasi.
Fenomena ini pun sudah dianggap lumrah oleh warga lokal. “Sudah biasa, setiap Lebaran pasti macet, tapi tetap saja orang-orang terus berdatangan,” kata seorang pedagang di Cisarua.
Kemacetan ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk terus berinovasi dalam rekayasa lalu lintas.
Lonjakan 80 ribu kendaraan dalam sehari menunjukkan bahwa kapasitas ruang jalan sudah mencapai batas maksimal, sehingga kerja sama masyarakat dalam mematuhi aturan petugas di lapangan sangat diperlukan demi kenyamanan bersama. ***
