ExposeBanten.com | Kab.Tangerang – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran pengemudi ojek online (ojol), ojek pangkalan (opang) serta serikat buruh bukan sekadar simbol kebersamaan.
Melainkan, Kata Indra Waspada, bukti nyata adanya kesadaran bahwa keamanan dan ketertiban merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama.
Hal ini disampaikan Kapolresta Tangerang, saat Polresta Tangerang menggelar Apel Kamtibmas bareng ojol, opang, serta buruh di Lapangan Apel Pemkab Tangerang, Kamis (6/11/2025).
“Apel ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah deklarasi komitmen moral dan kepekaan sosial,” kata Indra Waspada.
Pada Apel itu, perwakilan ojol dan opang serta buruh membacakan deklarasi komitmen untuk berperan aktif menjaga dan memelihara kamtibmas.
Indra Waspada melanjutkan, para pengemudi ojol dan opang dapat menjadi mitra strategis dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban.
“Ini bukan memanfaatkan, tetapi ajakan untuk bersama-sama berkontribusi dalam upaya menjaga stabilitas keamanan,” ujarnya.
Sedangkan untuk buruh, Indra Waspada menyebutnya sebagai tulang punggung industri, yang otomatis menjadi penggerak ekonomi.
Para buruh, kata Indra Waspada, juga merupakan bagian penting dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban.
“Karena keamanan dan ketertiban sosial selalu dimulai dari ketertiban ekonomi dan solidaritas di tempat kerja,” terang Indra Waspada.
Baca Juga: Polsek Panongan Polresta Tangerang Bongkar Jaringan Narkoba Antarprovinsi
Kapolresta Tangerang menyadari bahwa selalu ada potensi gesekan, antara ojol dengan opang, dan pekerja dengan pengusaha.
Oleh karena itu, Indra Waspada, mengajak semua elemen merenung, bahwa sesama warga harus saling mendukung.
“Kita harus bisa menahan diri, membangun ruang dialog, mencari jalan tengah, karena tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” ucap dia.
Usai Apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Tangerang.
Sekitar 1.000 paket sembako dibagikan kepada pengemudi ojol, opang, dan buruh yang hadir dalam kegiatan. (red)
