ExposeBanten.com | Indramayu – Perjuangan seorang ayah di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menyita perhatian Netizen.
Bagaimana tidak, ia mengantarkan anaknya ke sekolah dengan naik perahu galon rakitan.
Aksinya tersebut. Ia merekam video saat tengah mengantarkan anaknya ke sekolah naik perahu galon rakitan
Tak disangka, videonya berbeda di media sosial.
Hal itu ia lakukan lantaran bencana banjir rob di wilayah pesisir itu kini membuat seluruh jalanan tergenang. Gang permukiman di desanya berubah bak aliran sungai.
Demi menjaga seragam dan sepatu anaknya tetap kering, Maksudi Rifai (45) pun menyusuri banjir setinggi dengkul menggunakan rakit sederhana buatan sendiri.
Dalam videonya, Maksudi menyampaikan permintaan maaf kepada guru jika anaknya tiba telat.
“Maaf, Bu, kalau agak telat. Inilah cuacanya,” ujar Maksudi dalam video tersebut.
Saat dihubungi, Maksudi menuturkan bahwa ia mengantar anak bungsunya, Lanaufar, ke MTs Kandanghaur setiap pagi.
Biasanya ia menggendong sang anak, namun kondisi banjir yang terjadi setiap hari membuatnya kelelahan dan khawatir terpeleset.
Ia kemudian memanfaatkan kerangka bekas tempat tidur yang dipadukan dengan sejumlah galon air mineral untuk membuat rakit pengapung.
“Semua saya lakukan supaya anak tetap bisa sekolah tanpa basah,” ucapnya.
Tinggal di Blok Condong, kawasan yang paling parah terendam. Maksudi mengaku banjir rob di daerahnya hampir tak pernah benar-benar surut.
Setiap hari anaknya berangkat memakai sepatu bot, lalu berganti sepatu sekolah ketika mencapai jalur Pantura.
Maksudi berharap pemerintah memberikan solusi jangka panjang, mengingat rob di Desa Eretan Wetan telah berlangsung puluhan tahun.
“Semoga kondisi ini bisa diperhatikan pemerintah. Kami cuma ingin hidup normal tanpa harus berhadapan dengan rob setiap hari,” Tandasnya. (red)
