Ilustrasi Mager & Gabut
Exposebanten.com — Seringkali kita merasa rugi saat kehilangan harta materi, namun jarang menyadari kerugian besar saat kehilangan waktu.
Sebuah pengingat keras datang dari atsar sahabat Nabi, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, mengenai fenomena “pengangguran waktu” yang kian marak.
Jika menghamburkan harta disebut merugi, mengapa menyia-nyiakan waktu tidak disebut tertipu.
Ibnu Mas’ud menegaskan kebenciannya pada orang yang diam menganggur, mereka yang tidak sibuk dengan urusan dunia (mencari nafkah/manfaat) maupun amalan akhirat.
Harta yang hilang masih mungkin diganti, namun waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa diputar kembali.
Kutipan Pilihan:
“Sungguh aku membenci orang yang diam menganggur yakni ia tidak lakukan kesibukan dunia maupun amalan akhirat,” ucap Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu (HR. Ath-Thabrani)
Sudahkah hari ini kita mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, atau justru kita sedang “tertipu” oleh waktu yang terbuang percuma. (Abo)
